Populasi Orangutan Tapanuli Hanya 716 Individu, Kemenhut Perkuat Upaya Konservasi

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Berdasarkan survei periode 2021–2023, populasi Orangutan Sumatera diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli sebanyak 716 individu.

Populasi Orangutan Tapanuli Hanya 716 Individu, Kemenhut Perkuat Upaya Konservasi. (Foto:

IDXChannel—Kementerian Kehutanan mengungkap hasil survei populasi terbaru Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). 

Berdasarkan survei periode 2021–2023, populasi Orangutan Sumatera diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli sebanyak 716 individu.

Baca Juga:
900 Hektare Lahan Sawit Ilegal Kembali Dipulihkan Jadi Hutan Konservasi

Data tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli Secara Kolaboratif yang digelar di Hotel Aryaduta Medan, Sabtu (18/7/2026).

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan hasil survei tersebut menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Prabowo Siapkan Inpres-Keppres Konservasi, Menhut: Presiden Peduli Satwa-Taman Nasional

"Konservasi orangutan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, mitra konservasi, dunia usaha, dan masyarakat. Data ilmiah yang dihasilkan melalui survei ini menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan konservasi yang tepat sasaran," ujar Rohmat Marzuki.

Menurut Rohmat, pemerintah terus memperkuat perlindungan habitat, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta mendorong sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli. 

Baca Juga:
Presiden Prabowo dan PM Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan

Upaya tersebut sejalan dengan implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional.

Hasil survei juga menunjukkan masih ada tantangan serius dalam pelestarian kedua spesies tersebut. Kemenhut mencatat terjadi penurunan populasi Orangutan Sumatera dari baseline 2011. 

Sementara itu, Orangutan Tapanuli yang hanya ditemukan di bentang alam Batang Toru dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Heri Wahyudi Marpaung, menegaskan bahwa upaya konservasi harus dilakukan secara kolaboratif karena habitat orangutan tidak hanya berada di kawasan konservasi.

"Orangutan tidak hanya hidup di dalam kawasan konservasi, tetapi juga bergerak melintasi hutan lindung, hutan produksi, hingga areal penggunaan lain. Karena itu, upaya konservasi harus dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat agar perlindungan habitat dan populasi orangutan dapat berjalan secara optimal," ujar Heri Wahyudi Marpaung.

Ia menjelaskan Pemprov Sumut telah memberikan mandat kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperkuat pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari upaya konservasi orangutan. 

Pemerintah kabupaten dan kota juga didorong berperan aktif dalam pengelolaan areal penggunaan lain (APL) mengingat bentang jelajah orangutan tidak dibatasi oleh fungsi kawasan hutan maupun batas administrasi.

Selain memaparkan hasil survei populasi, seminar nasional tersebut juga menjadi titik awal penyusunan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli 2026. 

Dokumen itu akan menjadi landasan ilmiah dalam penyusunan dan penyempurnaan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) kedua spesies. Rohmat juga menegaskan pelaksanaan survei populasi dan penyusunan PHVA merupakan bagian penting dalam mendukung implementasi IBSAP 2025–2045.

"Pelaksanaan survei populasi dan penyusunan PHVA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi IBSAP 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional,” 

“Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar konservasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli dapat berjalan secara sistematis, adaptif, dan berkelanjutan," terang Rohmat.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Intai Perairan Indonesia pada 20-23 Juli
• 16 jam lalu
0
thumb
Stok Mobil di Diler Terancam Numpuk, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
• 10 jam lalu
0
thumb
Deretan Kegagalan Messi, Piala Dunia 2026 Bukan Paling Menyakitkan
• 11 jam lalu
0
thumb
Perluas Akses Perbankan, Rano Minta Bank Jakarta Pasang ATM di Seluruh Rusun
• 5 jam lalu
0
thumb
Kisah Haru Rahmi, Tempuh Perjalanan 7 Jam Demi Bertemu Dedi Mulyadi, Niatnya Ingin Lanjutkan Kuliah Lagi
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.