Saat Letusan Gunung Berapi Bikin Eropa Tertutup Kabut Beracun 5 Bulan

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Letusan gunung berapi di Islandia pernah mengguncang Eropa. Dampaknya yang dahsyat bahkan membuat langit benua tersebut tertutup kabut beracun.

Dikutip dari Journal of Geophysical Research Vol. 108, letusan dahsyat Gunung Laki di Islandia mengeluarkan gas beracun. Peristiwa yang terjadi pada tahun 1783-1784 ini merupakan salah satu letusan lava basaltik terbesar dalam sejarah manusia yang memberikan dampak lingkungan dan iklim secara global.

Adapun letusan tersebut berlangsung selama 8 bulan, dimulai dari 8 Juni 1783 hingga 7 Februari 1784.

Erupsi ini menghasilkan sekitar 14,7 km³ lava dan melepaskan sekitar 122 megaton (Mt) sulfur dioksida ($SO_2$) ke atmosfer. Terdiri dari 10 episode erupsi utama, bencana ini menyemburkan kolom gas dan abu hingga ketinggian 9-13 km hingga mencapai lapisan troposfer atas dan stratosfer bawah.

Dampak letusan ini sangat mengerikan. Bencana tersebut menyebabkan munculnya kabut belerang yang sangat tebal, atau sering disebut sebagai "kabut kering" (dry fog). Kabut beracun ini menyelimuti Belahan Bumi Utara (Eropa, Afrika Utara, dan Asia) selama lebih dari 5 bulan.

Baca juga: Gempa Dahsyat Ini Pernah Hampir Menghapus Sebuah Kota

Di Eropa, kabut belerang ini memicu berbagai masalah kesehatan mulai dari gangguan pernapasan, sakit kepala, serangan asma, hingga lonjakan angka kematian di beberapa wilayah.

Tak hanya itu, pada Juli 1783, suhu melonjak sangat panas akibat anomali sirkulasi udara. Periode ini bahkan tercatat sebagai rekor musim panas terpanas dalam catatan sejarah Eropa Barat.

Sebaliknya, musim dingin periode 1783-1784 menjadi salah satu yang paling ekstrem dan mematikan di Eropa dan Amerika Utara. Suhu tahunan global pun turun sekitar 1,3°C selama 2-3 tahun berikutnya.

Di Islandia sendiri, letusan ini memicu kelaparan hebat yang menewaskan sekitar 20% populasi penduduk. Selain itu, lebih dari 60% hewan ternak di negara tersebut mati akibat keracunan fluorosis kronis dari abu vulkanis yang menempel di rumput.

Letusan Gunung Laki pun tercatat sebagai salah satu bencana vulkanis paling mengerikan dalam sejarah dunia yang sukses mengacaukan iklim global pada masanya.




(rdp/imk)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tidak Khawatir Kehilangan Pengikut, Hotman Paris Beri Penjelasan Alasan Jadi Kuasa Hukum Jampidsus Febrie Ardiansyah
• 23 jam lalu
0
thumb
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
• 19 jam lalu
0
thumb
Guru PPPK & PNS Mana Bisa Minum Kopi, Ditinggal ke Toilet, Kelas Kacau
• 3 jam lalu
0
thumb
Dua Gempa Bumi Guncang Iran Barat Secara Beruntun, Tiga Orang Terluka
• 5 menit lalu
0
thumb
BPBD Garut Monitoring Daerah Selatan Usai Gempa Sukabumi
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.