HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP – Inovasi pengolahan limbah kulit ayam menjadi kerupuk di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah pangan. Program kerja individu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis.
Annisa, pelaksana program kerja, menjelaskan bahwa kulit ayam yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kerupuk dengan cita rasa khas dan nilai jual yang cukup tinggi. Proses pengolahan meliputi pembersihan, pengolahan, pengeringan, hingga pengemasan yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa limbah pangan tidak selalu menjadi sampah yang harus dibuang. Dengan kreativitas dan inovasi, limbah kulit ayam dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Timoreng Panua,” jelas Annisa.
Selama pelaksanaan program, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti tahapan praktik pembuatan kerupuk kulit ayam. Diskusi mengenai peluang pemasaran dan strategi pengembangan usaha juga berlangsung, menandakan kesiapan masyarakat dalam menjadikan produk ini sebagai unggulan desa di masa depan.
Program ini sejalan dengan upaya pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan, dengan harapan menciptakan usaha baru yang ramah lingkungan dan berdaya saing. Mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung dan berdampak positif bagi masyarakat.
Lebih lanjut, program “Pembuatan Kerupuk Kulit Ayam sebagai Inovasi Pemanfaatan Limbah Pangan dan Penambah Penghasilan UMKM Masyarakat” diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat perekonomian Desa Timoreng Panua melalui nilai tambah limbah pangan. (*)






Komentar (0)