Kuwait City: Militer Kuwait pada Minggu menyatakan angkatan bersenjata negara itu tengah merespons ancaman rudal dan drone di tengah berlanjutnya serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X dan dilansir Anadolu Agency, militer Kuwait mengatakan suara ledakan yang kemungkinan terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang mencegat sasaran udara yang disebut sebagai ancaman.
Militer juga mengimbau masyarakat agar mengikuti seluruh arahan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas Kuwait.
Menurut materi sumber, selama hampir sepekan terakhir Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan berturut-turut terhadap sejumlah lokasi di Iran.
Sebagai balasan, Teheran menyerang fasilitas dan pangkalan yang disebut digunakan oleh militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan, termasuk Kuwait.
Eskalasi antara Washington dan Teheran tersebut terjadi meski kedua pihak sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu.
Kesepakatan itu disebut bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang bersifat permanen.
Baca juga: Serangan AS terhadap Iran Berlanjut di Malam Kedelapan, Sejumlah Target Digempur





Komentar (0)