HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Temuan terbaru kepolisian terkait tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Komisi V DPR RI mendesak agar Kementerian Perhubungan segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran, khususnya kapal-kapal rakyat yang melayani wilayah kepulauan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) meminta evaluasi tidak hanya berfokus pada faktor cuaca, tetapi juga mencakup kelaikan kapal, kelengkapan alat keselamatan, pengawasan sebelum keberangkatan, hingga validitas manifes penumpang.
“Kami meminta Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kelaikan kapal, kelengkapan alat keselamatan, kepatuhan terhadap standar pelayaran, pengawasan sebelum keberangkatan, hingga validitas data manifes penumpang. Semua harus diperiksa secara transparan agar penyebab kecelakaan benar-benar terungkap,” ujar AIA pada Minggu, 19 Juli 2026.
Desakan tersebut kini mendapat relevansi baru setelah penyidik Polairud Polres Kepulauan Selayar mengungkap hasil pemeriksaan terhadap nakhoda KLM Nurul Salsa, Marlin.
Diketahui polisi menemukan nakhoda mengakui tetap memaksakan kapal berlayar meski mengetahui cuaca sedang buruk, kapal pernah mengalami kebocoran, serta hanya mengandalkan satu mesin saat berlayar.
Selain itu, penyidik menemukan dugaan kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitas dan adanya indikasi manipulasi manifes untuk memperoleh keuntungan lebih besar.
Polisi juga mengungkap gangguan mesin terjadi tidak lama setelah kapal meninggalkan Pulau Polassi sehingga kapal hanyut akibat tidak mampu melawan arus dan gelombang.
Menurut Ketua DPD Gerindra Sulsel ini, persoalan manifes penumpang tidak boleh dipandang sebagai sekadar administrasi karena sangat menentukan efektivitas pencarian dan penyelamatan ketika kecelakaan terjadi.
“Jangan sampai persoalan administrasi seperti manifes dianggap sepele. Dalam situasi darurat, data penumpang menjadi dasar utama proses pencarian dan penyelamatan,” katanya.
Legislator Partai Gerindra itu menegaskan tragedi KLM Nurul Salsa harus menjadi momentum pembenahan tata kelola transportasi laut nasional.
Ia meminta audit tidak berhenti pada pengusutan penyebab kecelakaan, tetapi juga menghasilkan perbaikan sistem pengawasan terhadap kapal-kapal pelayaran rakyat yang selama ini menjadi moda transportasi utama masyarakat kepulauan.
Komisi V DPR RI, lanjut Andi Iwan, akan terus mengawal proses investigasi sekaligus mendorong Kementerian Perhubungan memperketat pemeriksaan kelaikan kapal, kepatuhan terhadap kapasitas penumpang, kelengkapan alat keselamatan, serta validitas manifes sebelum kapal diizinkan berlayar.
“Musibah ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Jangan hanya fokus pada penanganan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama karena menyangkut nyawa masyarakat,” tegasnya.
*Hari Kelima Pencarian
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa memasuki hari kelima pada Minggu, 19 Juli.
Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area pencarian menjadi 1.305 nautical mile persegi.
Pencarian dilakukan berdasarkan Search and Rescue Marine Prediction (SARMAP) dengan membagi wilayah operasi menjadi empat sektor, masing-masing seluas 337,5 nautical mile persegi.
Unsur SAR yang melaksanakan penyisiran di setiap sektor terdiri dari KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa penguatan unsur laut terus dilakukan untuk memaksimalkan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
“Pada hari kelima operasi SAR, kami memperluas area pencarian menjadi 1.305 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian. Selain KN SAR Puntadewa dan KN SAR Pacitan, operasi juga diperkuat dengan bergabungnya KRI Marlin 877 dari Makassar yang sebelumnya telah melaksanakan pencarian pada hari kedua, serta KRI Hiu 634 dari Palu. Penambahan unsur ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyisiran di area operasi,” ujar Sultan. (ams)






Komentar (0)