CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar eceran nasional masih menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Minggu (19/7), harga telur ayam ras tercatat sebesar Rp29.300 per kilogram. Harga ini lebih rendah dibanding harga bulan lalu Rp30.200 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah diperdagangkan di kisaran Rp43.800 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur lainnya juga masih berada pada level yang relatif tinggi. Bawang putih tercatat dijual Rp43.750 per kilogram di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Untuk kelompok beras, harga beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.750 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II dipatok Rp14.550 per kilogram.
Beras kualitas medium I dijual Rp16.350 per kilogram dan medium II mencapai Rp16.150 per kilogram. Adapun beras kualitas super I dibanderol Rp17.650 per kilogram, sementara kualitas super II dipasarkan seharga Rp17.150 per kilogram.
Di sektor hortikultura, harga cabai masih menunjukkan variasi yang cukup tinggi. Cabai merah besar dijual Rp47.450 per kilogram, cabai merah keriting Rp46.500 per kilogram, cabai rawit hijau Rp53.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi, yakni Rp57.250 per kilogram.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar tercatat Rp38.450 per kilogram. Untuk daging sapi, kualitas I dijual Rp150.600 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di kisaran Rp141.550 per kilogram.
Komoditas kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir kualitas premium dipasarkan seharga Rp20.300 per kilogram. Adapun gula pasir lokal tercatat Rp19.100 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di level Rp20.550 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp24.200 per liter, sedangkan kemasan bermerek II dipatok Rp23.450 per liter.
Data PIHPS Bank Indonesia menjadi salah satu acuan bagi masyarakat untuk memantau perkembangan harga bahan pangan di berbagai daerah.
Perubahan harga dapat dipengaruhi oleh kondisi pasokan, distribusi, permintaan pasar, hingga faktor musiman yang terjadi di masing-masing wilayah.





Komentar (0)