KOMPAS.TV - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia, sekaligus memperkecil peluang tercapainya kesepakatan damai.
Pakar Hubungan Internasional BINUS University, Tia Mariatul Kibtiah, menilai eskalasi konflik saat ini dipicu oleh tidak dijalankannya poin-poin dalam nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati.
"Semua tergantung Amerika Serikat. Kalau Amerika Serikat memiliki itikad baik, sebetulnya konflik ini bisa selesai," kata Tia dalam program Sapa Pagi, Minggu (19/7/2026) (1:10).
Sementara itu, pengamat Timur Tengah Mahfuz Sidik menilai Amerika Serikat memiliki dua tujuan utama dalam eskalasi terbaru, yakni menarik keterlibatan sekutu Eropa serta negara-negara Teluk dalam operasi militer melawan Iran.
Baca Juga: Agustina Arumsari Minta Maaf, Tunggakan BGN Capai Rp1,6 Triliun
Penulis : Dian-Septina
Sumber : Kompas TV
- as vs iran
- amerika serikat
- iran
- selat hormuz
- pengamat timur tengah
- timur tengah






Komentar (0)