jpnn.com - JAKARTA - Kritik dari Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda soal mentalitas ASN baik PNS maupun PPPK mengundang reaksi keras.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Indonesia (AP3KI) Nur Baitih, pernyataan ketua Komisi II saat rapat kerja (raker) dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrullah pada 15 Juli 2026 itu, sangat merendahkan seluruh ASN PPPK maupun PNS.
BACA JUGA: Bertambah Lagi Pemda Bersiap Usulkan P3K PW jadi PPPK Penuh Waktu, Berbasis Kinerja
"Di saat para ASN sedang memperjuangkan hak-haknya melalui suara rakyat di parlemen, tetapi justru ada statement Ketua Komisi II yang melukai hati ASN," kata Nur Baitih kepada JPNN, Minggu (19/7).
Mungkin betul ujar Nur, ada segelintir PNS dan PPPK yang demikian, tetapi jangan dianggap semua ASN memiliki mentalitas seperti itu.
BACA JUGA: DPR Sentil Mentalitas PNS & PPPK yang Cuma Datang, Pulang, Ngopi, Sore Presensi
Di lapangan banyak ASN yang kooperatif, kreatif, dan inovatif untuk hal positif. Mereka bekerja dari pagi sampai sore di kantor bekerja sesuai aturan dan tupoksinya.
"Gejolak ASN dengan statement ketua Komisi II DPR RI ini tidak bisa dihindarkan. Saat ini banyak yang marah dan kecewa karena pernyataan itu keluar dari mulut seorang anggota dewan yang notabenenya juga dipilih mungkin dari kalangan ASN, apalagi beliau pernah juga menjadi ASN PNS," tutur Nur Baitih.
BACA JUGA: Guru PPPK Paruh Waktu Dituntut Rajin Kerja, Anehnya Pemda Ogah Bayar Gaji
Lebih lanjut dikatakan Nur, banyak juga anggota dewan yang punya mentalitas sama. Datang rapat hanya sekadar presensi, duduk sebentar di ruangan, lalu, lima menit pergi.
Ada juga yang sekadar datang, lalu, main ponsel atau bahkan saat rapat mereka tidur tidak mendengarkan.
"Itu real ada kan, tetapi kami para ASN tidak menganggap semua anggota dewan seperti itu karena kami sadar betul banyak juga anggota dewan yang bekerja dan mendengarkan serta memperjuangkan kepentingan rakyat," tegasnya.
Demikian juga ASN yang betul-betul bekerja melayani kepentingan masyarakat, bahkan sering kali mendahulukan kepentingan orang banyak dibanding kepentingan pribadi.
"Jadi, tolong jangan menyamaratakan setiap ASN memiliki mental seperti itu Bapak Dewan yang terhormat, karena setiap manusia itu tidak ada yang sempurna dalam hal apa pun. Jangan juga melihat dan menilai dari satu sisi saja," ujar Nur Baitih. (esy/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)