Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran menuding Amerika Serikat kembali melanggar nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu.
Menurutnya, tindakan Washington menjadi bukti bahwa komitmen Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak dapat dipercaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam pesan yang disiarkan media pemerintah Iran pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat.
Dalam pidatonya, ia menyoroti meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington setelah serangkaian serangan militer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Khamenei menyatakan pelanggaran berulang terhadap MoU yang ditandatangani Masoud Pezeshkian Presiden Iran dan Donald Trump Presiden AS pada 18 Juni menunjukkan bahwa komitmen Washington tidak memiliki nilai.
“Pelanggaran berulang yang dilakukan Amerika Serikat terhadap nota kesepahaman itu kembali membuktikan kepada semua orang bahwa tanda tangan presiden Amerika Serikat tidak bernilai dan tidak sah,” ujar Khamenei.
Ia juga menuduh Amerika Serikat kembali memperlihatkan “wajah aslinya” melalui tindakan yang dinilai mengingkari komitmen perdamaian.
“Amerika Serikat sekali lagi memperlihatkan wajah aslinya yang tanpa kedok,” katanya dilansir dari Antara.
Khamenei menegaskan, jika Washington terus meningkatkan aksi militer dan memperluas konflik, Iran bersama kelompok yang disebutnya sebagai “front perlawanan” siap memberikan respons yang tegas.
“Jika Amerika Serikat terus mengobarkan perang dan berupaya memberikan konsekuensi yang lebih berat, mereka harus bersiap menghadapi pelajaran yang tidak akan terlupakan,” tegasnya. (ant/saf/iss)





Komentar (0)