ConocoPhillips Akuisisi 42% Aset Migas BP di Irak

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan migas asal Amerika Serikat, Conocophillips, sepakat mengakuisisi 42% kepemilikan bp di BP Energy Company of Kirkuk Limited (BP ECKL) untuk mendukung pengembangan kembali empat lapangan minyak skala besar di wilayah Kirkuk, Irak utara.

Mengutip pemberitahuan pada laman resmi perusahaan, Minggu (19/7/2026), kesepakatan tersebut akan ditandatangani bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Washington D.C.

Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) ConocoPhillips Ryan Lance mengatakan investasi tersebut sejalan dengan strategi perusahaan yang berfokus pada alokasi modal secara disiplin.

Menurutnya, proyek di Kirkuk menawarkan akses terhadap sumber daya migas berkualitas tinggi dengan umur produksi yang panjang serta memenuhi target biaya pasokan (cost of supply) perusahaan.

"Kesempatan pengembangan kembali ini sejalan dengan kerangka investasi disiplin kami. Proyek ini memberikan akses ke basis sumber daya yang besar, berkualitas tinggi, dan berumur panjang, sekaligus memenuhi ambang batas biaya pasokan yang kami tetapkan," ujar Lance dalam pemberitahuan tersebut.

Dia menambahkan, program pengembangan kembali lapangan minyak tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah melalui investasi yang efisien karena memanfaatkan basis produksi yang sudah ada, sekaligus membuka potensi eksplorasi baru.

Baca Juga

  • Akuisisi ConocoPhillips, Prospek Medco (MEDC) Semakin Mentereng
  • Akuisisi ConocoPhillips, Medco (MEDC) Optimistis Produksi Migas Naik 70 Persen pada 2022
  • Medco (MEDC) Pacu Produksi Migas pada 2022 setelah Akuisisi Conoco

ConocoPhillips juga menyatakan siap bekerja sama dengan bp dan Pemerintah Irak untuk melanjutkan revitalisasi lapangan-lapangan minyak bersejarah tersebut.

BP ECKL merupakan pemegang Development and Production Contract (DPC) yang mencakup kubah Baba dan Avanah di Lapangan Minyak Kirkuk, serta tiga lapangan lain di wilayah Irak federal, yakni Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz.

Kontrak tersebut mencakup estimasi sumber daya yang dapat dipulihkan (recoverable resources) lebih dari 3 miliar barel setara minyak (barrel of oil equivalent/boe). Produksi tambahan akan diperoleh melalui rehabilitasi, pengembangan kembali, dan optimalisasi lapangan. Area kontrak juga masih memiliki potensi eksplorasi lanjutan.

Transaksi ditargetkan rampung sebelum akhir 2026 setelah memperoleh persetujuan regulator dan memenuhi persyaratan penutupan transaksi lainnya. Tanggal efektif transaksi ditetapkan pada 1 Juli 2026.

Setelah transaksi selesai, kepemilikan ConocoPhillips di BP ECKL akan dicatat sebagai investasi dengan metode ekuitas (equity affiliate).

Perusahaan juga menyebut investasi tersebut tidak diperkirakan membutuhkan tambahan belanja modal (capital expenditure/capex) yang signifikan karena imbal hasil akan dikaitkan dengan porsi produksi tambahan dan biaya yang menjadi hak perusahaan.

Terpisah, CEO bp Meg O'Neill menilai kawasan Kirkuk merupakan salah satu basis sumber daya migas kelas dunia yang dapat menopang ambisi energi jangka panjang Irak sekaligus menciptakan nilai bagi negara maupun perusahaan.

"Kemitraan dengan ConocoPhillips mempertemukan dua tim yang kuat dan menempatkan kami pada posisi yang baik untuk memasuki fase berikutnya dari program pengembangan kembali. Kami tetap selektif dalam berinvestasi dengan berfokus pada aset berkualitas tinggi yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," ujar O'Neill.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nikah Bukan Lagi Tujuan Utama?
• 16 jam lalu
0
thumb
Scaloni Pertimbangkan Dua Perubahan Susunan Pemain di Final Lawan Spanyol, Ini Kemungkinannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap 3 Penadah Saat Buru Pencuri Motor di Karawang
• 11 jam lalu
0
thumb
BEI Catat 4 Perusahaan Kecil-Besar Sudah Masuk Antrean IPO Tahun Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Benarkah Tipe Kulit Berminyak Masih Harus Pakai Pelembap? Intip 5 Alasannya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.