Ditangkap di Lampung, Spesialis Curanmor Bersenpi di Jaksel Ditembak karena Melawan

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Spesialis pencurian motor (curanmor) bersenjata tajam (bersenpi) di Jakarta Selatan, berinisial T (38) ditembak karena melawan ketika ditangkap di Lampung Timur, Lampung, Sabtu (18/7/2026).

"Karena melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga kami melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku," tutur Kapolsek Pesanggarahan Kompol Seala Syah Alam ketika dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (19/7/2026).

T luka di bagian kaki sebelah kiri hingga harus menggunakan kursi roda ketika dibawa ke Polsek Pesanggarahan.

Baca juga: Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel

Keberadaan T di Lampung bisa teridentifikasi polisi setelah aksinya mencuri motor Honda Beat di kawasan Pesanggarahan terekam CCTV.

Ketika itu, T terlihat melakukan aksinya bersama rekannya yang sudah tertangkap lebih dulu berinisial AT.

Selain di Pesanggrahan, polisi juga menerima beberapa laporan terkait dengan kasus pencurian motor di kawasan Jakarta Selatan.

Oleh karena itu, Polres Metro Jakarta Selatan membentuk tim gabungan bersama Polsek Pesanggarahan, sampai akhirnya menangkap AR dan T.

Baca juga: Warga Tangkap Pelaku Curanmor yang Bawa Airsoft Gun di Tanjung Priok Jakut

AR bertugas sebagai pemetik atau yang mengambil motor korban ketika aksi pencurian dilakukan.

Sementara T berperan sebagai joki atau penunjuk jalan.

T juga bukan pertama kalinya terlibat kasus pencurian motor.

"Sudah pernah tertangkap sebelumnya tahun 2024, bebas kan, dan ternyata mengulangi perbuatan yang sama lagi. Jadi bisa dikatakan bahwa yang bersangkutan adalah residivis," ucap Seala.

Baca juga: Maling Motor di Bogor Ditangkap Warga, Sempat Ditelanjangi

Ia juga mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal T mengaku sudah beraksi di 20 titik Jakarta Selatan.

Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti senpi rakitan dari tangan T.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Setiap aksinya mereka menggunakan senpi tersebut untuk menakut-nakuti korban, seperti itu," kata Seala.

Polisi menyebut, T tak kapok melancarkan aksinya karena terdesak kebutuhan ekonomi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lengkap! Daftar Harga BBM Terbaru 18 Juli 2026, Mana Termurah?
• 16 jam lalu
0
thumb
Wisatawan Bromo Lebih Banyak Masuk dari Malang, Mengapa Probolinggo Mulai Tertinggal?
• 23 jam lalu
0
thumb
Rano Karno Ingin Gelar Pameran Karya Seni saat HUT ke-500 Jakarta, di Sini Tempatnya
• 12 jam lalu
0
thumb
Line Up dan Link Streaming Final Piala Dunia 2026: Messi dan Yamal Starter
• 32 menit lalu
0
thumb
Kronologi Kecelakaan Beruntun 6 Mobil di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Tewas dan 2 Luka-Luka
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.