Saham-saham chip semikonduktor Amerika Serikat (AS) memasuki bear market.
IDXChannel - Saham-saham chip semikonduktor Amerika Serikat (AS) memasuki bear market, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI).
Indeks Semikonduktor PHLX secara resmi memasuki pasar bearish, jatuh lebih dari 20 persen dari rekor tertingginya yang dicapai pada akhir Juni.
Dilansir dari Yahoo Finance pada Minggu (19/7/2026), indeks tersebut mencatat kinerja mingguan terburuknya dalam sekitar setahun pekan ini.
Permintaan besar untuk segala hal yang berkaitan dengan AI baru-baru ini mendorong saham chip ke kuartal terbaik sepanjang masa.
Namun, volatilitas kembali muncul di tengah meningkatnya persaingan dari perusahaan AI China. Banyak investor mulai ragu investasi besar di industri AI AS akan membuahkan hasil.
Meskipun tren pendapatan dan permintaan tetap kuat, aksi ambil untung menunjukkan bahwa banyak investor mulai mempertanyakan berapa lama laju pertumbuhan saat ini dapat berlanjut.
“Pertanyaannya sekarang adalah apakah ini akan menjadi peluang ‘buy the dip’ lainnya, atau apakah laju penjualan akan meningkat karena semua orang bergegas keluar pada saat yang bersamaan,” tambahnya," kata Analis Trade Nation, David Morrison, kepada Bloomberg.
Menurut Analis Edward Jones, Angelo Kourkafas, investor tetap perlu mempertahankan eksposur di sektor AI, sembari melakukan diversifikasi.
"Investor harus mempertahankan eksposur terhadap tema AI, tetapi juga melakukan diversifikasi, dengan mempertimbangkan sektor siklikal, investasi bergaya nilai, hingga saham internasional," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)