Iran mulai menyerang infrastruktur sipil di negara-negara Teluk, sebagai balasan atas aksi serupa oleh Amerika Serikat (AS) di wilayahnya.
IDXChannel - Iran mulai menyerang infrastruktur sipil di negara-negara Teluk, sebagai balasan atas aksi serupa oleh Amerika Serikat (AS) di wilayahnya.
Dilansir dari AP pada Minggu (19/7/2026), serangan Iran menghantam pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air di Kuwait akhir pekan ini.
Kawasan Teluk merupaka salah satu wilayah terkering di dunia, yang hampir sepenuhnya bergantung pada teknologi untuk menghasilkan air tawar yang menopang kota-kota, hotel, industri, dan pertanian.
Otoritas Kuwait mengatakan serangan tersebut merusak sejumlah besar unit pembangkit listrik dan memicu kebakaran. Mereka menambahkan bahwa api telah berhasil dipadamkan, dan mereka telah mengaktifkan rencana darurat.
Di Kuwait, sekitar 90 persen air minum berasal dari desalinasi.
Angkanya mencapai sekitar 86 persen di Oman dan sekitar 70 persen di Arab Saudi.
Proses desalinasi menghilangkan garam dari air laut, paling umum dengan mendorongnya melalui membran ultrahalus dalam proses yang dikenal sebagai osmosis terbalik.
Ratusan pabrik desalinasi terletak di sepanjang pantai Teluk Persia, menempatkan sistem yang memasok air ke jutaan orang dalam jangkauan serangan rudal atau drone Iran.
Tanpa mereka, kota-kota besar Teluk tidak akan mampu mempertahankan jumlah penduduknya saat ini.
Di sisi lain, AS juga menyerang sejumlah infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan, fasilitas desalinasi, dan jaringan telekomunikasi. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)