REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sejumlah anggota Komisi V DPR RI melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Usai tinjauan, anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengingatkan, PT Adhi Karya selaku kontraktor agar tak asal-asalan dalam membangun SR.
Teguran tersebut dilatari sejumlah temuan pada sarana dan prasarana di SR Rowosari yang belum memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan. Menurut Novita, infrastruktur yang dibangun bisa mencelakakan siswa.
Baca Juga
Sekolah Rakyat Terpadu Cirebon Siap Beroperasi, Tampung 540 Siswa dari Empat Daerah
Taruna Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat, DPR: Jangan Militerisasi Sekolah
Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, Pemerataan Akses Pendidikan Kian Terbuka
"Pembangunan infrastruktur dulu, pembangunannya. Tadi ada tangga-tangga yang menurut saya juga berisiko membahayakan. Entah itu harus dikasih railing, entah itu dikasih tanda. Jangan sampai enggak kelihatan, anak-anak lari-lari terus jatuh," kata anggota Fraksi Gerindra DPR RI itu.
Novita pun menyoroti ketersediaan air bersih, pasokan listrik, genset, hingga kamera pengawas atau CCTV. "Ketersediaan air itu tolong dicek betul. Kemudian listriknya, gensetnya, CCTV-nya juga tolong dipasang karena ngurusin anak sekolah, apalagi anak yang remaja juga perlu memonitor yang ekstra," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dia juga meminta kontraktor bisa memenuhi berbagai fasilitas sederhana yang diperlukan siswa perempuan. "Terus tadi saya ke toilet, mohon ada cermin di situ. Sudah ada wastafel, ini memang kecil-kecil sih, karena perempuan ya jadi agak detail," tambah Noviyanti.
Komentar (0)