TABLOIDBINTANG.COM - Siloam International Hospitals terus mempercepat transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Selain telah melakukan lebih dari 100 tindakan bedah robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, grup rumah sakit ini juga menyiapkan investasi teknologi yang nilainya mendekati Rp1 triliun hingga 2029.
Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Inge Samadi dalam sesi Konferensi Pers di Jakarta, Sabtu (18/7) siang, mengatakan layanan bedah robotik mulai dikembangkan sejak Desember tahun lalu.
Saat ini rumah sakitnya telah mengoperasikan tiga sistem robotik, termasuk da Vinci untuk urologi dan bedah umum serta ROSA untuk berbagai tindakan sesuai indikasi klinis.
"Sejak mulai beroperasi secara penuh beberapa bulan terakhir, kami telah melakukan lebih dari 100 tindakan bedah robotik," ungkap dr. Inge di hadapan awak media.
Menurutnya, seluruh tindakan dilakukan oleh tim multidisiplin dengan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Dari evaluasi yang dilakukan, bedah robotik menunjukkan hasil klinis yang menjanjikan.
"Pasien memperoleh hasil yang sangat baik. Risiko infeksi dapat dikendalikan lebih optimal sehingga proses pemulihan juga berjalan lebih baik," ujarnya.
Nyeri Berkurang, Pasien Tak Lagi Perlu Berobat ke Luar Negeri
Dr. Inge mengungkapkan bedah robotik kini diterapkan pada berbagai kasus, termasuk ginekologi dan gastroenterologi.
Dibandingkan operasi terbuka maupun laparoskopi konvensional, teknologi ini dinilai mampu mempercepat pemulihan pasien.
"Lama rawat inap pasien dapat dipersingkat hingga sekitar tiga hari. Pasien juga merasakan proses pemulihan yang lebih nyaman dengan risiko infeksi pascaoperasi yang lebih rendah," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan banyak pasien yang semula berencana mencari pengobatan ke luar negeri akhirnya memilih menjalani operasi robotik di Siloam setelah mengetahui manfaat teknologi tersebut.
"Awalnya banyak pasien belum yakin. Namun setelah merasakan langsung manfaatnya, mereka melihat bahwa teknologi robotik memberikan banyak keuntungan. Ditambah pendampingan keluarga, proses penyembuhan menjadi lebih cepat," ungkap dr. Inge.
Sementara itu, President Director Siloam International Hospitals dr. David Utama menegaskan Siloam ingin menjadi pelopor transformasi layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi.
"Siloam tidak sekadar mengikuti transformasi, tetapi memimpin transformasi. Kami tidak ingin hanya melangkah sedikit demi sedikit, tetapi melakukan leapfrog melalui teknologi," ujar dr. David.
Ia menjelaskan Siloam tengah membangun AI Enterprise Platform sebagai fondasi konsep "Hospital of the Future" yang ditargetkan rampung pada November 2026.
Untuk mendukung strategi tersebut, Siloam menyiapkan belanja modal mendekati Rp1 triliun pada periode 2025-2029.
"Seluruh keuntungan kami investasikan kembali untuk pengembangan rumah sakit. Kami percaya investasi berkelanjutan adalah kunci menghadirkan layanan kesehatan yang semakin baik," pungkasnya.




Komentar (0)