Pantau - Guru Besar Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Edy MP berhasil menghasilkan dua varietas unggul nasional jagung pulut berprotein tinggi bernama Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 yang diproyeksikan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Varietas Jagung Putra Baru Hasil Riset Enam TahunPengembangan dua varietas jagung pulut tersebut merupakan hasil penelitian selama enam tahun dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Prof Edy menjelaskan penelitian tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga bertujuan menghadirkan pangan alternatif dengan kualitas gizi yang lebih baik.
"Hasil penelitian ini bukan hanya menghasilkan varietas baru, tetapi juga jagung pulut dengan keunggulan berupa kandungan protein lebih tinggi, produktivitas meningkat, dan daya adaptasi yang luas terhadap berbagai kondisi lingkungan," ungkap Prof Edy.
Pada 2024, varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Setelah resmi dilepas, kedua varietas tersebut dapat dikembangkan secara luas oleh petani di berbagai daerah.
Prof Edy berharap varietas tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Jagung Pulut Berpotensi Jadi Pangan Lokal UnggulanKandungan protein pada varietas Putra Baru 1 mencapai 11,52 persen, sedangkan Putra Baru 2 memiliki kandungan protein sebesar 11,64 persen.
Selain memiliki kandungan protein tinggi, kedua varietas tersebut juga memiliki produktivitas tinggi dengan potensi hasil panen Putra Baru 1 mencapai hingga 8,88 ton per hektare dan Putra Baru 2 mencapai hingga 8,54 ton per hektare.
Kedua varietas tersebut juga memiliki kandungan amilopektin tinggi yang menghasilkan tekstur jagung lebih pulen.
Dengan karakteristik tersebut, jagung pulut Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 berpotensi menjadi pangan lokal unggulan sekaligus alternatif pengganti beras.
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Hambali Thalib mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan bangsa melalui riset yang aplikatif.
"Hambali menegaskan UMI tidak hanya ingin menjadi penghasil lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi institusi yang menghasilkan solusi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria turut memberikan apresiasi terhadap temuan tersebut.
Arif Satria menyebut pelepasan varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 sebagai terobosan penting dalam bidang pertanian.
Menurut Arif, keberhasilan UMI menunjukkan perguruan tinggi mampu menghasilkan varietas unggul yang dapat mendukung kemandirian pangan nasional.
Ia menilai inovasi pertanian seperti ini perlu terus dikembangkan agar Indonesia memiliki lebih banyak varietas tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, produktif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan masa depan.





Komentar (0)