JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi lebih sering terjadi selama musim kemarau 2026.
Kondisi ini dipengaruhi musim kemarau yang diprakirakan lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guruh Tjiptanto, mengatakan peluang munculnya embun upas akan semakin besar seiring mengeringnya kondisi musim kemarau.
Bahkan, puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 diprediksi menjadi periode dengan potensi kemunculan embun upas yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini diprakirakan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan musim kemarau 2023, ketika fenomena embun upas juga sempat muncul di kawasan Dieng.
Baca Juga: Konser Akbar Monas 2026 Malam Ini, Catat Rekayasa Lalin dan Lokasi Parkir
Suhu Nol Derajat Bukan Suhu UdaraGuruh meluruskan anggapan yang selama ini berkembang mengenai suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus saat embun upas terjadi.
Menurutnya, angka tersebut bukan merupakan suhu udara, melainkan suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.
"Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput," ujar Guruh, Sabtu (18/7/2026), dikutip dari Antara.
Dengan demikian, suhu udara yang dirasakan masyarakat tidak selalu mencapai nol derajat Celsius meskipun embun beku terbentuk di permukaan tanaman atau rumput.
Potensi Meningkat Saat Puncak KemarauPenulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- dieng
- embun upas
- bmkg
- suhu dingin
- musim kemarau 2026
- fenomena






Komentar (0)