Salip Nvidia, Apple Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Nilai pasar Apple terakhir tercatat mencapai USD4,88 triliun setelah sahamnya bergerak stabil, sementara nilai pasar Nvidia berada di kisaran USD4,86 triliun.

Salip Nvidia, Apple Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia. Foto: AP.

IDXChannel - Apple menyalip Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia, mengubah peta persaingan raksasa teknologi seiring investor menilai kembali prospek kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI).

Melansir Reuters, Sabtu (18/7/2026), nilai pasar Apple terakhir tercatat mencapai USD4,88 triliun setelah sahamnya bergerak stabil, sementara nilai pasar Nvidia berada di kisaran USD4,86 triliun setelah sahamnya turun 3,5 persen.

Baca Juga:
Nvidia Kesulitan Jual Chip AI di China, Pangsa Pasar Digerogoti Huawei

Perubahan posisi tersebut menunjukkan bahwa investor mulai memperluas fokus mereka melampaui perusahaan yang selama ini dianggap sebagai penerima manfaat utama dari ledakan AI, seperti Nvidia, yang memimpin selama hampir satu tahun. Apple kembali merebut posisi teratas untuk pertama kalinya sejak April tahun lalu.

“Apple sebelumnya dipandang tertinggal dalam perlombaan AI karena tidak banyak mengeluarkan belanja untuk mengembangkan model, tetapi kini sentimen telah berubah,” kata Head of Investment di BRI Wealth Management, Toni Meadows.

Baca Juga:
Nvidia Terbitkan Obligasi USD25 Miliar, Permintaan Investor Tembus USD85 Miliar

Toni menambahkan, Apple tidak terlalu bergantung pada belanja modal (capex) yang besar dan memiliki posisi yang lebih baik untuk menghasilkan pendapatan dari AI melalui layanan, ekosistem yang kuat, serta peningkatan perangkat keras. Kenaikan valuasi ini mencerminkan keyakinan investor terhadap keberlanjutan laba, bukan sekadar potensi AI yang bersifat spekulatif.

Bagi perusahaan yang selama ini sering dianggap tertinggal dalam perlombaan AI, pencapaian tersebut mencerminkan upaya Apple dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor tersebut. Hal ini juga dapat memengaruhi pandangan bagaimana masa-masa terakhir CEO Tim Cook sebelum lengser.

Baca Juga:
China Bakal Izinkan DeepSeek, Alibaba, dan ByteDance Beli Chip H200 Nvidia

Cook dijadwalkan menyerahkan jabatan CEO kepada veteran divisi perangkat keras John Ternus pada September.

Bulan lalu, Apple meluncurkan pembaruan besar Siri yang telah lama tertunda, dengan harapan asisten digital tersebut dapat memperkecil ketertinggalan dari para pesaing Big Tech maupun perusahaan rintisan dalam persaingan AI.

Sejumlah analis menilai Apple menyimpan “tambang emas” AI berupa data pribadi yang tersimpan di setiap iPhone. Data tersebut berpotensi membuat jawaban Siri menjadi lebih relevan dan meningkatkan kemampuan asisten digital itu.

Namun, tantangannya adalah data tersebut terkunci di dalam sistem operasi demi menjaga privasi pengguna, sehingga Apple harus menemukan cara untuk memanfaatkan nilainya tanpa mengorbankan privasi.

Sebelumnya, Nvidia menjadi perusahaan pertama di dunia yang melampaui kapitalisasi pasar USD5 triliun pada Oktober 2025, sebuah pencapaian bersejarah yang menempatkannya jauh di atas para pesaing.

Meski kini disalip Apple, hal itu belum tentu menandakan perubahan permanen dalam posisi kedua perusahaan. Nvidia tetap menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari belanja AI karena prosesor grafisnya menjadi tulang punggung perkembangan AI generatif.

Nvidia juga berpeluang kembali merebut posisi teratas apabila sentimen pasar kembali berubah.

Di sisi lain, Apple juga menghadapi tantangan setelah menaikkan harga produknya untuk mengimbangi kenaikan biaya, sebuah strategi yang berisiko menekan permintaan.

“Saya tidak melihat ada perbedaan yang benar-benar signifikan. Nvidia kemungkinan tetap akan menjadi pemain utama dalam apa pun yang terjadi ke depan,” kata Vice President of Alpha Research di Segal Marco Advisors, 
Benjamin Hall.

Meski demikian, antusiasme terhadap AI kini mulai meluas ke sektor semikonduktor lainnya. Pemenang terbesar tahun ini justru berasal dari produsen chip memori seperti Micron (MU.O), yang melampaui kapitalisasi pasar USD1 triliun pada Mei setelah investor semakin menyadari pentingnya chip memori bagi infrastruktur AI.

Perusahaan asal Korea Selatan, SK Hynix (000660.KS), juga resmi tercatat di Nasdaq awal bulan ini, menambah persaingan dalam menarik perhatian investor.

“Masuknya pemain-pemain baru dapat menyebarkan fokus investor dari kelompok Magnificent Seven ke lebih banyak perusahaan lain,” ujar Hall.

Reli besar saham-saham chip mulai menghadapi tekanan pada Juli setelah investor kembali mempertanyakan keberlanjutan tren AI. Akibatnya, indeks Philadelphia Semiconductor Index (SOX) turun hampir 19 persen dari rekor tertingginya.

Meski mengalami penurunan tajam, kinerja indeks tersebut sepanjang tahun ini masih lebih baik dibandingkan saham Nvidia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Terkait Bocornya Surat Dinas Menteri Dody ke AS
• 3 jam lalu
0
thumb
Bahlil Tegaskan Ilham Arif Sirajuddin Layak Pimpin Golkar Sulsel
• 5 jam lalu
0
thumb
Gelar Edukasi Lingkungan di Kawasan Pesisir Medan, Program SEKAR Pertamina Patra Niaga Digencarkan
• 5 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Mentah Naik Lebih dari 4 Persen, Level Tertinggi dalam Sebulan
• 14 jam lalu
0
thumb
Konflik Memanas: Iran Balas Serang Markas Militer AS di Suriah
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.