Bank Bullion RI Sudah Kumpulkan Emas 177 Ton, Jadi Safe Haven Baru bagi Investor

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Bank bullion di Indonesia kini mengelola sekitar 177 ton emas, terdiri atas sekitar 153 ton yang dikelola Pegadaian dan 24 ton oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion, yang kini mulai dipandang sebagai safe haven baru di tengah ketidakpastian pasar global.

Data tersebut merupakan laporan dari data BCA Sekuritas.

Hal serupa pun juga turut diutarakan oleh Marketing Director Nellava Bullion, Alif Fauzan.

BACA JUGA:Dukung Asta Cita Pemerintah RI, Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026

Dalam penuturannya, dirinya menyatakan bahwa bank Bullion kini sudah menjadi safe heaven tersendiri baik bagi para investor, maupun bagi masyarakat biasa.

"Karena memang ketika harga emas di brand-brand lain dijual seharga Rp 2,6 juta atau Rp 2,8 juta, kita jualnya di Rp 2,3 juta. Karena memang ikut international life price (harga internasional)," tutur Alif kepada Disway di Jakarta, pada Sabtu 18 Juli 2026. 

Lebih lanjut, Alif juga menambahkan bahwa kehadiran bank Bullion sendiri juga ditujukan untuk memudahkan masyarakat untuk dapat memiliki emas berkualitas tinggi dengan maksimal.

"Kita sendiri sih kita memang ada dan hadir ya, untuk masyarakat sendiri. Jadi life price ini kita memiliki harga emas sama pera internasional, di mana harganya jauh akan lebih murah dan bisa dimiliki secara maksimal," ucap Alif.

BACA JUGA:1 Tahun Kegiatan Usaha Bullion di Indonesia: Ekosistem Emas Menguat, Roadmap Pengembangan Bullion Diluncurkan

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menuturkan bahwa kehadiran Bullion bank juga diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

BACA JUGA:Transaksi Hampir Rp 1 Triliun, OJK Ungkap, Bullion Bank Belum Dijamin LPS

"Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar," ucap Dony.

Sementara itu, peresmian Bullion Bank menjadi titik awal transformasi pengelolaan emas nasional.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal Rage Booking, Tren Liburan Spontan karena Lelah dengan Rutinitas
• 8 jam lalu
0
thumb
Respons Abraham Samad soal Tim Khusus untuk Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie: Cukup Menjanjikan
• 5 jam lalu
0
thumb
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh, Tapi Waspada Risiko Fiskal
• 20 jam lalu
0
thumb
Lionel Messi Vs 8 Bintang Barcelona di Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Paling La Masia?
• 3 jam lalu
0
thumb
Peterpan Bikin Ribuan Penonton Malaysia Bernostalgia,
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.