Fakta Baru Kasus Penganiayaan-Penyekapan Wanita di Bekasi: Pelaku Ditangkap di Rumah Teman

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Polisi meringkus kekasih wanita berinisial TS yang merupakan pelaku utama kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap dirinya di sebuah kontrakan di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. 

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pelaku diamankan saat berada di rumah rekannya.

Baca Juga :
Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Perempuan di Bekasi Ditangkap!
Ayah dari Balita Korban Penganiayaan Hingga Tewas di Bekasi Mengira Anaknya Jatuh di Kamar Mandi

“(Pelaku diamankan) Kemarin malam Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, dikediaman temannya daerah Jakarta Timur,” kata Jerico, kepada wartawan, Sabtu, 18 Juli 2026.

Sementara itu, Jerico menerangkan, saat ini yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan, guna mengungkap peristiwa menjadi terang.

“Sementara masih kami dalami ya pemeriksaannya,” tutur dia.

Untuk diketahui, Peristiwa ini mencuri perhatian setelah sejumlah media lokal ramai-ramai mengunggah kondisi tubuh korban. Dalam video viral, TS tampak dipenuhi luka lebam. Wajah korban terluka diduga dampak dari pemukulan. 

Dalam keterangan video yang beredar, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh SL di sebuah kontrakan.

Lokasi kontrakan tersebut terletak di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Peristiwa semakin terungkap pasca keluarga TS mendatangi lokasi kejadian pada Rabu, 8 Juli 2026.

TS menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Peristiwa pilu dialaminya berawal saat melakukan perbincangan secara intens dengan pelaku.

Situasi berubah ketika keduanya bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat SL diduga meluapkan emosi hingga melakukan kekerasan fisik kepada TS selama sepekan. 

"Sebelumnya kami memang sudah berantem terus. Selama satu minggu terakhir itu, dia sudah membabi buta. Kalau dari sebelumnya, kita masih normal aja kayak berantem jeda, baikan," kata TS.

Pelaku sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. Dugaan tindakan penganiayaan kerap kali terjadi baik saat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar. 

Kejadian pemukulan terjadi secara berulang selama satu pekan. Selain mengalami luka lebam, korban juga mengaku sangat trauma atas peristiwa pilu tersebut. 

Peristiwa ini membuat korban sempat ingin melarikan diri. Akan tetapi, pelaku tidak mengizinkan dan selalu mengunci pintu dari luar menggunakan gembok. 

"Saya berhasil kabur saat malam hari ketika pelaku sedang pergi. Saya keluar melalui jendela karena pintu dikunci menggunakan gembok dari luar," bebernya.

Baca Juga :
Motif Penganiayaan dan Penyekapan Perempuan di Bekasi Terungkap, Diduga Kalap karena Cemburu
Pelaku Utama Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi Masih Buron! Yang Ditangkap Baru Orang Kepercayaannya
Balita Korban Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Usai Dirawat Kritis

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 Berkat Penerapan Pelabuhan Ramah Lingkungan-Berbasis Digital
• 23 jam lalu
0
thumb
Ahli TPPU Ungkap Dugaan Modus Pencucian Uang dalam Tiga Kasus yang Menjerat Febrie Adriansyah
• 8 jam lalu
0
thumb
Kemenekraf memfasilitasi empat jenama kuliner jajaki pasar dunia
• 15 jam lalu
0
thumb
Polisi Temukan Senjata Api Dekat Jasad Pria yang Tewas di Kamar Hotel di Setiabudi: Milik Korban
• 6 jam lalu
0
thumb
5 Cara Cegah Luka Dekubitus pada Lansia, Jangan Sepelekan Posisi Tidur Ya Moms!
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.