Pantau - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengajukan pembangunan 249 hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat akibat gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.
Pemkab Ajukan Pembangunan Huntara Tahap KeduaWakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan pembangunan huntara tahap pertama sebanyak 50 unit saat ini sedang berlangsung.
Samuel mengatakan, "50 unit sedang proses pembangunan dan untuk tahap kedua kami usulkan sebanyak 199 unit untuk dibangun huntara. Jadi intinya di surat keputusan tahap dua ini kami mengajukan yang semuanya kategori rumah rusak berat."
Ia menjelaskan Surat Keputusan tahap kedua juga mencakup 20 rumah ibadah yang mengalami kerusakan berat, terdiri atas 10 gereja di Kecamatan Palolo serta delapan gereja, satu masjid, dan satu mushala di Kecamatan Nokilalaki.
Menurut Samuel, total rumah rusak berat akibat gempa mencapai 249 unit yang tersebar di Kecamatan Palolo sebanyak 120 unit dan Kecamatan Nokilalaki sebanyak 129 unit.
SK Tahap Ketiga Segera Diajukan ke BNPBPemerintah Kabupaten Sigi saat ini juga menyelesaikan proses penerbitan Surat Keputusan tahap ketiga untuk penanganan rumah rusak ringan dan sedang.
Samuel mengungkapkan, "Saat ini pemerintah daerah terus bekerja untuk proses penerbitan SK tahap ketiga, yakni asesmen rumah rusak ringan dan sedang, sehingga pengajuannya setelah semua dokumen selesai di-review dan diperiksa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat."
Ia mengatakan, "SK tahap ketiga ini akan segera diajukan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), apabila sudah selesai uji publik dan di-review inspektorat untuk memastikan data tersebut akurat dan valid."
BNPB menyatakan akan segera menindaklanjuti surat permohonan bantuan pembangunan huntara tahap kedua bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sigi.





Komentar (0)