Jakarta, tvOnenews.com – Bank Indonesia (BI) mencatat aktivitas dunia usaha menunjukkan penguatan pada triwulan II 2026.
Peningkatan ini ditopang oleh membaiknya kinerja mayoritas sektor usaha, mulai dari pertanian, konstruksi, pertambangan, hingga sektor akomodasi dan makanan-minuman yang terdorong tingginya aktivitas masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan musim liburan sekolah.
Penguatan tersebut tercermin dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) naik menjadi 12,97 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan I 2026 sebesar 10,11 persen.
“Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,97 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada triwulan sebelumnya sebesar 10,11 persen,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2026).
Bank Indonesia menjelaskan, peningkatan aktivitas bisnis didorong oleh menguatnya kinerja sejumlah lapangan usaha utama. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat peningkatan seiring aktivitas produksi yang lebih tinggi. Hal serupa juga terjadi pada sektor konstruksi serta pertambangan dan penggalian.
Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum turut menikmati lonjakan permintaan selama periode HBKN dan puncak liburan sekolah, sehingga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan dunia usaha pada triwulan II.
Selain aktivitas usaha yang meningkat, tingkat pemanfaatan kapasitas produksi juga mengalami perbaikan.
“Kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 73,80 persen, meningkat dibandingkan dengan realisasi pada triwulan I 2026 sebesar 73,33 persen,” tuturnya.
Peningkatan utilisasi tersebut terutama berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik yang mencatat aktivitas produksi lebih tinggi.
Di sisi lain, kondisi keuangan pelaku usaha juga dinilai masih solid. BI menyebut likuiditas dan rentabilitas perusahaan tetap berada pada kondisi yang baik, sementara akses terhadap pembiayaan perbankan masih relatif mudah sehingga mampu menopang keberlangsungan aktivitas bisnis.
Optimisme tersebut diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2026. Responden survei memperkirakan kegiatan dunia usaha tetap berada dalam tren positif dengan Saldo Bersih Tertimbang sebesar 11,75 persen.
Kinerja usaha diproyeksikan kembali ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor yang didorong ekspektasi permintaan masyarakat tetap terjaga. Sektor konstruksi juga diperkirakan terus tumbuh seiring berlanjutnya berbagai proyek pemerintah maupun swasta.
“Selain itu, kinerja kegiatan usaha pada LU Pertambangan dan Penggalian juga diprakirakan meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan curah hujan sehingga mendorong kenaikan aktivitas pertambangan,” tandasnya. (agr/cmi)





Komentar (0)