Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola gudang penyimpanan amunisi usai Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) Madiun mengalami ledakan, Kamis (16/7/2026).
Menurut Dave, peristiwa ini menjadi momentum untuk terus memperkuat tata kelola penyimpanan dan pengelolaan amunisi di lingkungan TNI.
"Evaluasi secara berkala terhadap standar keselamatan, sistem pengamanan, prosedur operasional, pemeliharaan fasilitas, serta pengelolaan material pertahanan merupakan bagian dari upaya penguatan yang lazim dilakukan dalam organisasi pertahanan modern," katanya saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).
Dave meyakini melalui evaluasi menyeluruh kesiapan operasional TNI dapat terus ditingkatkan sekaligus meminimalkan potensi terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Di samping itu, Dave menyampaikan bahwa Komisi I DPR mengapresiasi langkah cepat TNI Angkatan Darat dalam menangani situasi di lapangan sekaligus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh.
"Kami meyakini proses tersebut akan berjalan secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi dasar bagi langkah-langkah penyempurnaan yang diperlukan," ujar Dave.
Baca Juga
- TNI Bentuk Tim Investigasi untuk Selidiki Ledakan di Gudang Amunisi Madiun
- Ada Ledakan di Gudang Amunisi Madiun: 1 Prajurit Tewas, 6 Luka-luka
- Polda Sumbar Periksa 7 Saksi Kasus Siswa Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang
Dia menyebut, pihaknya akan mencermati hasil investigasi dan memastikan setiap rekomendasi yang dihasilkan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kebijakan maupun standar keselamatan apabila diperlukan.
"Kami berharap proses ini dapat semakin memperkuat tata kelola pertahanan sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang," jelasnya.
Dave juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI Angkatan Darat dalam insiden ledakan di Gudang Pusat Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat di Madiun.
Komisi I DPR RI, kata dia, turut mendoakan agar para prajurit yang mengalami luka segera pulih dan dapat kembali bertugas. Menurutnya, peristiwa ini menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan keselamatan prajurit serta pengelolaan fasilitas pertahanan yang memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan operasional TNI.
Ledakan yang terjadi di Madiun mengakibatkan tujuh orang menjadi korban, satu prajurit meninggal dunia, empat orang luka berat dan dua orang lainnya mengalami luka ringan.
TNI AD juga telah membentuk tim investigasi untuk mengusut ledakan dan mengungkapkan fakta secara terang benderang.
"Membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," ujar Kadispenad TNI AD, Brigjen Donny Pramono kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).






Komentar (0)