Rektor Unhas Tegaskan Peran Strategis Guru Besar dalam Dorong Inovasi dan Diplomasi Ilmiah

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan pentingnya peran guru besar sebagai penggerak utama riset, inovasi, dan kolaborasi ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Dalam upacara pengukuhan empat guru besar baru yang berlangsung Jumat (17/7) di Kampus Tamalanrea, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjawab kompleksitas global melalui ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika geopolitik.

Prof. Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof. JJ, menjelaskan bahwa tantangan utama perguruan tinggi saat ini bukan hanya meningkatkan produktivitas akademik, melainkan memastikan efektivitas dalam menghasilkan riset yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Efisiensi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah efektivitas dalam mencapai tujuan,” jelas Prof. JJ saat memberikan arahan dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas di Gedung Rektorat Unhas.

Kendati efisiensi tetap diperlukan dalam pengelolaan perguruan tinggi, Prof. JJ menegaskan bahwa ukuran keberhasilan lebih ditentukan oleh sejauh mana penelitian dan inovasi dapat mendorong penguatan kebijakan publik, inovasi teknologi, serta pembangunan ekonomi.

Prof. JJ menegaskan posisi strategis Universitas Hasanuddin sebagai pilar utama penguatan Indonesia di kawasan timur. Filosofi logo Unhas yang melambangkan Ayam Jantan dari Timur mencerminkan semangat kepemimpinan dan keberanian untuk menjadi penggerak perubahan melalui ilmu pengetahuan.

“Peran tersebut harus kita wujudkan melalui pengembangan inovasi, penguatan ekonomi berbasis pengetahuan, serta kontribusi akademik dalam merespons dinamika geopolitik yang terus berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya memperkuat science diplomacy sebagai instrumen membangun kerja sama ilmiah internasional yang dapat menghasilkan solusi atas persoalan lintas negara. Melalui jejaring akademik global, perguruan tinggi dapat mempercepat pertukaran pengetahuan dan memperluas kontribusi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Dalam menghadapi tekanan global yang meliputi perubahan geopolitik dan disrupsi teknologi, Prof. JJ mengajak para profesor untuk membangun kolaborasi lintas disiplin agar persoalan kompleks dapat diatasi dengan pendekatan ilmiah yang komprehensif.

“Karena itu, universitas perlu memperkuat kapasitas riset yang mampu mendukung lahirnya kebijakan strategis dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Dengan mempertemukan berbagai bidang ilmu, perguruan tinggi berpeluang menghasilkan inovasi unggul yang tidak hanya berkontribusi secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

“Universitas Hasanuddin harus terus menjadi pilar yang melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi, dan berkontribusi dalam dinamika geopolitik melalui riset dan science diplomacy,” pungkas Prof. JJ. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa M 7,3 di Meksiko Picu Peringatan Tsunami
• 18 jam lalu
0
thumb
Film Box Office Topang Kinerja CNMA di Paruh Kedua 2026, Simak Proyeksinya
• 3 jam lalu
0
thumb
Denis Kolinger Ungkap Peran Penting Marko Simic Sebelum Gabung Persija, Tanpa Ragu Sebut Sang Striker sebagai Legenda
• 1 jam lalu
0
thumb
Soal Ramalan Indonesia Gelap hingga Collapse di Juni, Prabowo: Ini Udah Juli
• 22 jam lalu
0
thumb
Warga Pondok Labu kenalkan inovasi alat pendeteksi mitigasi banjir
• 11 menit lalu
0
Berhasil disimpan.