Lari Vs Angkat Beban, Mana Lebih Baik untuk Tubuh?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi angkat beban. (Dok. Pixabay)
Daftar Isi
  • Memahami Hubungan Antara Lari dan Angkat Beban
  • Manfaat Menggabungkan Lari dan Angkat Beban
    • 1. Meningkatkan Kebugaran Jantung
    • 2. Meningkatkan Daya Tahan Otot
    • 3. Mendukung Komposisi Tubuh yang Seimbang
  • Cara Menyeimbangkan Lari dan Angkat Beban
    • Buat Jadwal Latihan yang Terencana
    • Utamakan Waktu Istirahat dan Pemulihan
    • Atur Pola Makan dengan Tepat
  • Tips Praktis Menggabungkan Lari dan Latihan Beban
    • Sesuaikan dengan Tujuan Pribadi
  • Mana yang Lebih Baik: Lari atau Angkat Beban?

Jakarta, CNBC Indonesia - Menggabungkan olahraga lari dan angkat beban dalam rutinitas harian memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan. Selain meningkatkan kebugaran, kombinasi tersebut juga membantu seseorang dalam mencapai bentuk atau komposisi tubuh yang ideal.

Namun untuk hasil maksimal, diperlukan strategi yang tepat dalam mengatur porsi kedua jenis latihan tersebut. Hal ini penting dilakukan supaya lari dan angkat beban bisa saling melengkapi tanpa memberikan efek yang justru menghambat perkembangan fisik.

Melansir usaweightlifting, terdapat penjelasan mengenai hubungan serta manfaat dari penggabungan kedua olahraga ini. Selain itu, tersedia pula tips untuk menyusun jadwal latihan yang seimbang agar aktivitas olahraga menjadi lebih efektif.


Memahami Hubungan Antara Lari dan Angkat Beban

Secara umum, lari dan angkat beban dianggap sebagai dua jenis latihan yang sangat berbeda. Lari termasuk latihan kardio yang melatih daya tahan tubuh, sementara angkat beban lebih berfokus pada kekuatan dan pembentukan otot.

Meskipun begitu, kedua jenis latihan ini sebenarnya bisa saling mendukung jika dilakukan dengan benar. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan performa, mempercepat pemulihan, dan menurunkan risiko cedera.

Manfaat Menggabungkan Lari dan Angkat Beban 1. Meningkatkan Kebugaran Jantung

Lari membantu memperkuat jantung dan paru-paru, sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Ini akan sangat membantu saat latihan beban, terutama dalam menjaga stamina dan mempercepat pemulihan di antara set.

2. Meningkatkan Daya Tahan Otot

Latihan beban bukan hanya untuk membentuk otot, tapi juga meningkatkan daya tahan otot. Otot yang kuat bisa mengurangi risiko cedera saat lari, terutama pada area kaki dan pinggang. Contohnya, latihan seperti squat dan lunges membantu memperkuat otot kaki, sedangkan latihan core bisa meningkatkan postur dan keseimbangan saat berlari.

3. Mendukung Komposisi Tubuh yang Seimbang

Gabungan lari dan latihan beban bisa membantu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan massa otot tanpa lemak. Hal ini tidak hanya membuat tubuh terlihat lebih proporsional, tapi juga meningkatkan metabolisme, kepadatan tulang, dan kesehatan secara keseluruhan.

Cara Menyeimbangkan Lari dan Angkat Beban Buat Jadwal Latihan yang Terencana

Agar tidak kelelahan dan justru mengalami overtraining, penting untuk membuat jadwal latihan yang mempertimbangkan intensitas setiap sesi.

Misalnya, setelah latihan beban untuk kaki, sebaiknya lakukan lari ringan atau pemulihan aktif. Sebaliknya, jika habis lari intens seperti sprint, bisa fokus latihan beban untuk bagian atas tubuh atau core keesokan harinya.

Gunakan metode periodisasi, yaitu mengatur intensitas dan volume latihan secara bertahap agar tubuh tetap adaptif dan tidak mudah mengalami stagnasi.

Utamakan Waktu Istirahat dan Pemulihan

Istirahat yang cukup sangat penting untuk pemulihan otot. Selain tidur yang berkualitas, Anda bisa melakukan pemulihan aktif seperti stretching, foam rolling, atau pijat untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko cedera.

Atur Pola Makan dengan Tepat

Nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan, apalagi jika melakukan dua jenis latihan sekaligus. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, protein penting untuk pemulihan dan pembentukan otot, dan lemak sehat tetap diperlukan untuk fungsi tubuh secara keseluruhan.

Jangan lupa untuk cukup minum, karena lari dan latihan beban bisa menyebabkan kehilangan cairan yang cukup banyak.

Tips Praktis Menggabungkan Lari dan Latihan Beban Sesuaikan dengan Tujuan Pribadi

Jika Anda pelari yang ingin menambah kekuatan, fokus pada latihan beban yang menunjang performa lari, seperti latihan otot kaki dan core.

Jika Anda lebih fokus pada angkat beban, pilih jenis lari yang intensitasnya sedang untuk menjaga daya tahan tanpa kehilangan massa otot.

Perhatikan Hal-Hal Berikut:

Variasikan Intensitas: Jangan gabungkan lari intens dengan latihan beban berat di hari yang sama. Kombinasikan latihan berat dengan latihan ringan untuk mencegah kelelahan.

Dengarkan Tubuh Anda: Jika tubuh terasa sangat lelah, performa menurun, atau muncul rasa nyeri, sebaiknya beri waktu untuk pemulihan.

Latihan Fleksibilitas dan Mobilitas: Yoga atau stretching bisa membantu memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas otot, yang penting untuk performa dan mencegah cedera.

Mana yang Lebih Baik: Lari atau Angkat Beban?

Jawabannya tergantung dari apa yang ingin Anda capai. Tidak ada yang lebih baik antara lari atau angkat beban - keduanya memiliki manfaat masing-masing. Yang terpenting adalah menyesuaikan porsi dan intensitas latihan dengan tujuan kebugaran Anda, serta menjaga keseimbangan agar tubuh tetap fit dan tidak mudah cedera.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tren Gaya Hidup Dari Pelari "Kalcer" Membangun "Culture"

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Truk Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman, Pramono Minta Sopir Ditindak Tegas
• 20 jam lalu
0
thumb
Spalletti Bicara Musim Baru Juve, Puas dengan Manuver Tim
• 11 jam lalu
0
thumb
Fenomena Embun Upas Selimuti Kawah Ijen, Suhu Anjlok hingga 2 Derajat
• 20 jam lalu
0
thumb
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat
• 23 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Sudah Diperiksa: Ada 18 Pertanyaan, Tidak Ada Penahanan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.