Satgas PRR-PNM Bahas Skema Pembiayaan Usaha bagi Penyintas, Kabupaten Agam Jadi Pilot Project

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemulihan pascabencana tidak hanya ditandai dengan pulihnya infrastruktur dan hunian, tetapi juga bangkitnya kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat upaya tersebut, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyiapkan model pembiayaan dan pemberdayaan usaha bagi penyintas bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kabupaten Agam dipilih sebagai pilot project pengembangan program yang mengintegrasikan dukungan pembiayaan usaha dengan pendampingan kepada masyarakat terdampak. Melalui model ini, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah terdampak bencana lainnya.

Dalam pendampingan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PT PNM, Pemerintah Kabupaten Agam, BPBD, serta instansi terkait, dibahas berbagai tahapan implementasi program, mulai dari penyusunan skema pembiayaan berbasis klaster usaha, verifikasi 5.843 nasabah, termasuk 1.820 nasabah di Kabupaten Agam, hingga pemadanan data penerima bantuan. 

Pertemuan juga membahas progres penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BNPB dan PT PNM beserta perjanjian kerja sama sebagai landasan pelaksanaan program.

"Pertemuan membahas rencana cluster pembiayaan usaha, verifikasi nasabah, pemadanan data penerima bantuan, progres penyusunan MoU BNPB–PNM, serta penyusunan perjanjian kerja sama sebagai dasar implementasi program," tulis Tim BNPB dalam laporannya kepada Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (18/7/2026).

Sebagai bagian dari pendampingan, Tim BNPB bersama PT PNM juga mengunjungi hunian sementara di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Tanjung Raya. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program pembiayaan dan pemberdayaan usaha kepada masyarakat terdampak agar penyintas memiliki akses yang lebih luas terhadap permodalan sekaligus pendampingan dalam mengembangkan usaha.

Tim selanjutnya meninjau langsung sejumlah usaha milik masyarakat terdampak guna mengidentifikasi potensi pengembangan ekonomi lokal. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik usaha masyarakat sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya memperkuat modal usaha, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan usaha para penyintas.

PT PNM menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana melalui penyediaan akses pembiayaan dan program pemberdayaan usaha. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi di wilayah yang terdampak bencana.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puluhan Motor yang Nekat Parkir Liar di Depan ITC Kuningan Diangkut Dishub Jaksel
• 23 jam lalu
0
thumb
Penerapan Pelabuhan Ramah Lingkungan dan Berbasis Digital di Balantang, PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Tak Ditahan Usai Diperiksa, Kuasa Hukum Sebut karena Kooperatif dan Profesional
• 10 jam lalu
0
thumb
Indonesia Buka Peluang Ekspor Unggas ke China dan Timur Tengah
• 6 jam lalu
0
thumb
Hotman Sebut Febrie Tangan Kanan Prabowo yang Dikriminalisasi: Ia Kembalikan Uang Negara Rp430 Triliun
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.