Polemik mengenai ijazah dan gelar akademik Roy Suryo terus menjadi perbincangan. Kali ini sorotan datang dari kemunculan disertasi doktor milik tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi itu di laman repository Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Waktu unggah dokumen yang tercatat 13 Juli dini hari memunculkan berbagai spekulasi hingga memantik komentar dari Ahli Forensik Digital, Josua Sinambela.
Melalui akun Facebook pribadinya, Josua mengunggah tangkapan layar metadata disertasi Roy Suryo yang terdapat di repository.unj.ac.id. Dalam data tersebut, dokumen tercatat sebagai "Thesis (Doktor)" berjudul "Pengaruh Pemberdayaan dan Kecerdasan Emosional Terhadap Inovasi Serta Implikasinya pada Organizational Citizenship Behavior Pegawai BPJS Kesehatan."
Metadata itu juga menunjukkan dokumen berada pada program Pascasarjana S3 Ilmu Manajemen dengan Depositing User: KRMT Roy Suryo Notodiprojo. Sementara Date Deposited dan Last Modified sama-sama tercatat pada 13 Juli 2026 pukul 03.32 WIB.
Baca Juga: Dapat Lawan Sepadan, Ketum Gibranisti Siap Jor-joran Selidiki Ijazah S3 Roy Suryo
Menanggapi temuan tersebut, Josua menduga dokumen PDF disertasi baru diunggah ke repository kampus.
"Baru dibuat pdfnya, tentu saja baru diupload pengelola repository disertasinya," tulis Josua.
Ia kemudian melontarkan dugaan bahwa kemunculan dokumen tersebut berkaitan dengan kepanikan pihak tertentu di lingkungan kampus.
"Sepertinya ada oknum di UNJ yang panik. Jadi ikut mengkondisikan agar mahasiswa favouritnya yang harusnya DO atau gugur status mahasiswanya sejak jadi terpidana berdasarkan peraturan rektor," ungkap dia.
Josua juga menyinggung perjalanan akademik Roy Suryo hingga akhirnya memperoleh gelar doktor. Ia menyampaikan sindiran terhadap mantan Menpora era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
"Entah bagaimana tetap bisa lulus, keren banget mantan menteri satu ini, tawa dulu gaes," ujarnya.
Tak hanya itu, Josua turut mempertanyakan kesesuaian topik disertasi Roy Suryo dengan citra yang selama ini melekat sebagai pakar telematika.
"Btw dari judulnya aja, entah dibagian mana telematikanya coba?" tutupnya.
Sebelumnya, Roy Suryo telah membantah keras tudingan yang menyebut gelar doktornya tidak sah. Dalam keterangannya kepada wartawan, ia bahkan memperlihatkan langsung ijazah doktor yang diterbitkan Universitas Negeri Jakarta sebagai bukti.
Baca Juga: Gibran Sudah Tidak Laku Lagi, Dinasti Jokowi Diprediksi Runtuh di 2029
Roy menjelaskan dirinya mulai menempuh pendidikan doktor pada 2016. Setelah sempat tertunda, ia melanjutkan studi pada 2020 hingga akhirnya menyelesaikannya pada 2024.
"Saya mengikuti wisuda itu pada awal Maret tahun 2024 di Sentul International Convention Center, semua ada foto-fotonya. Dan pada saatnya akan saya jelaskan, tentu tidak sekarang," ujar Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Ia juga menegaskan ijazah yang dimilikinya merupakan dokumen resmi yang diterbitkan UNJ.
"Saya tunjukkan inilah ijazah asli yang saya dapatkan dari Universitas Negeri Jakarta. Sah, ada embosnya, ada juga watermark-nya, dan ini bukan ijazah baru cetak di Pasar Pramuka. Fotonya foto saya sendiri," tegas Roy.






Komentar (0)