Kabut asap tebal dampak kebakaran hutan yang bergerak turun dari wilayah Kanada dan wilayah utara Minnesota memicu peringatan kualitas udara yang tidak sehat di sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) pada Jumat (17/7) waktu setempat.
Situasi ini memicu kekhawatiran karena terjadi menjelang pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina, yang akan berlangsung pada akhir pekan ini di dekat New York.
Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir AFP, Sabtu (18/7/2026), menyalahkan Kanada, negara tetangga AS, sebagai pemicu situasi darurat di negaranya tersebut. Otoritas Kanada diketahui telah melaporkan lebih dari 200 titik api yang tidak terkendali di wilayahnya pada Jumat (17/7) waktu setempat.
Trump, dalam pernyataannya, menyebut polusi udara di AS imbas kebakaran hutan Kanada itu "sama sekali tidak dapat diterima".
Dia mengatakan bahwa dirinya akan menghubungi Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney untuk "mengetahui apa yang akan mereka lakukan" terkait asap kebakaran hutan tersebut.
"Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima!" kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social pada Jumat (17/7).
"Saya akan menelepon Perdana Menteri (Kanada) hari ini untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan terkait hal tersebut," ucap Presiden AS tersebut.
Detroit, yang terletak di wilayah Midwest AS, tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, menurut layanan pemantau IQAir. Washington dan Chicago menyusul di bawahnya dengan tingkat polusi yang juga tinggi. Otoritas setempat mengimbau warga AS untuk menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.
(nvc/idh)





Komentar (0)