Mau ke Kota Bandung? Ini 10 Rute Penerbangan Langsung

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS - Bandara Husein Sastranegara rencananya kembali diaktifkan untuk penerbangan komersial pada awal Agustus 2026. Bagi mahasiswa hingga wisatawan bisa memanfaatkan layanan dua maskapai dari Lion Air Group yang telah membuka 10 rute penerbangan langsung ke Kota Bandung via Bandara Husein Sastranegara.

Berdasarkan rilis yang diterima Kompas pada Sabtu (18/7/2026), dua maskapai yang membuka 10 rute penerbangan langsung ke Kota Bandung adalah Wings Air dan Super Air Jet. Wings menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, sedangkan Super Air Jet menggunakan pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Mulai 6 Agustus 2026, Wings Air akan membuka rute penerbangan Bandung–Bandar Lampung sebanyak tiga kali dalam sepekan. Selanjutnya, pada 7 Agustus 2026, Wings Air juga membuka rute langsung Bandung–Palembang.

Corporate Communications Strategic Wings Air Danang Mandala Prihantoro, memastikan pihaknya akan menjadi salah satu maskapai yang kembali melayani penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara. Menurut Danang, kedua rute tersebut dipilih berdasarkan hasil studi kelayakan yang mempertimbangkan kebutuhan perjalanan masyarakat.

Selain melayani penerbangan langsung, Wings Air juga menghadirkan konektivitas lanjutan. Dari Lampung, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Batam, sedangkan melalui Palembang tersedia koneksi menuju Pangkalpinang, Belitung, Batam, hingga Medan.

"Rute ini kami siapkan untuk mendukung perjalanan wisata, bisnis, pendidikan, maupun perjalanan dinas antara Jawa Barat dan Sumatera bagian selatan," ujarnya.

Baca JugaBandung dan Bandara Husein Sastranegara, Ikatan yang Sulit Dipisahkan

Sementara pihak Super Air Jet melayani delapan destinasi yang akan dilayani meliputi Medan (Kualanamu), Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Denpasar (Bali). Jadwal penerbangan sedang disiapkan juga pada awal bulan depan.

Super Air Jet mengatakan, pemilihan delapan kota tersebut didasarkan pada perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, destinasi wisata unggulan, kota pendidikan, serta simpul transportasi yang menghubungkan berbagai kawasan di Indonesia.

“Sebagai kota kreatif yang dihuni banyak pelajar, mahasiswa, profesional, pelaku usaha, hingga insan industri kreatif, Bandung dinilai memiliki kebutuhan mobilitas udara yang terus meningkat,” demikian pernyataan pers Super Air Jet.

Persiapan pemerintah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menyambut reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Bandung juga menyiapkan konsep branding atau membangun identitas Kota Bandung di area bandara hingga layanan shuttle untuk memudahkan mobilitas penumpang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya tarik Kota Bandung, termasuk di sektor pendidikan.

“Mudah-mudahan ini (reaktivasi bandara Husein)  akan bisa menarik lebih banyak orang untuk mau bersekolah dan kuliah di Kota Bandung,” kata Farhan.

Farhan menilai sektor pendidikan menjadi salah satu kekuatan utama Kota Bandung. Kehadiran perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi magnet bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, wisata belanja, kuliner, serta destinasi yang saling berdekatan menjadi nilai tambah yang dimiliki Kota Bandung dibandingkan daerah lain. Jumlah wisatawan ke Kota Bandung sepanjang 2025 mencapai 24,25 juta orang. Angka ini naik 23,18 persen bila dibandingkan 2024.

Perekonomian Kota Bandung pada triwulan awal 2026 tumbuh sekitar 5,75 persen. Hal ini didorong sektor pariwisata yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 3,05 triliun.

"Bandung punya pendidikan, wisata, kuliner, dan belanja yang menjadi daya tarik. Tugas kami adalah terus mempromosikan semua potensi itu agar semakin banyak orang datang ke Bandung," tuturnya.

Baca JugaTerdongkrak ”Satu Indonesia Liburan ke Bandung”, PAD 2025 Mencapai Rp 3,05 Triliun

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi telah melakukan serangkaian koordinasi dengan kepolisian, pengelola jalan nasional dan provinsi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran akses menuju Bandara Husein Sastranegara.

"Kami sudah melakukan koordinasi sejak awal, termasuk uji coba manajemen rekayasa lalu lintas pada 7 Juli 2026. Tujuannya agar arus kendaraan menuju dan keluar bandara berjalan lancar saat operasional penerbangan kembali dimulai," ujar Rasdian.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Aktor dan Aktris Korea Terpopuler Juli 2026, Ada So Ji Sub hingga Heo Nam Jun
• 4 jam lalu
0
thumb
Siswa Mampu Tak Dapat MBG, Waka Komisi IX: Kaji Mendalam, Jangan Sampai Cemburu
• 6 jam lalu
0
thumb
Catat Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini
• 12 jam lalu
0
thumb
Kekeringan Meluas, BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan
• 4 jam lalu
0
thumb
Jejak Digital Bongkar Aksi 2 Mahasiswa, Polisi Ungkap Dugaan Bisnis Sinte Online Lewat Media Sosial
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.