Garena dan Komdigi RI Perkuat Edukasi Healthy Gaming Lewat Good Game di Sekolah

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Garena Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI) kembali menggelar program Garena Good Game di Sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi mengenai kebiasaan bermain gim yang sehat. Kegiatan yang berlangsung di SMA Marsudirini Bekasi pada Jumat, 17 Juli 2026, ini melibatkan sekitar 350 peserta yang terdiri dari siswa, orang tua atau wali murid, guru, dan tenaga pengajar.
 
Mengusung tema "Ayo Jadi Good Gamers dan Good Students! Bermain Gim dengan Sehat, Positif, dan Bertanggung Jawab", program tersebut mengajak pelajar memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara bermain gim, belajar, dan aktivitas sehari-hari. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Garena kali ini menggandeng Komdigi RI untuk menghadirkan sosialisasi DARA, layanan edukasi, bimbingan, dan konsultasi terkait adiksi gim bagi keluarga.
 
Melalui sesi paparan dan talk show interaktif, peserta memperoleh berbagai sudut pandang dari pemerintah, psikolog, hingga pelaku industri gim. Komdigi RI memperkenalkan layanan DARA, psikolog membahas pentingnya pendampingan anak, sedangkan Garena menjelaskan berbagai fitur, konten, dan kampanye yang mendukung pengalaman bermain gim secara sehat dan bertanggung jawab.

Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Komdigi RI, Tita Ayudya Surya, menjelaskan bahwa DARA membantu keluarga memperoleh akses edukasi mandiri, asesmen awal, hingga konsultasi dengan tenaga ahli apabila diperlukan.
 
"Melalui DARA, kami ingin membantu keluarga memiliki akses informasi dan pendampingan yang lebih mudah. Pendekatannya bukan melarang, tetapi mendampingi agar anak dan keluarga dapat memahami batas, risiko, dan langkah yang bisa diambil secara bertahap," ujar Tita.
 
Sementara itu, Head of Business Development, Esports & Community Garena Indonesia, Wijaya Nugroho, menilai budaya healthy gaming hanya dapat dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.
 
"Good Game buat kami bukan cuma soal menang atau push rank. Good Game juga berarti tahu kapan bermain, kapan belajar, kapan istirahat, dan bagaimana tetap bertanggung jawab di sekolah maupun di rumah," kata Wijaya.
 
Ia menambahkan bahwa kolaborasi Garena, Komdigi RI, dan SMA Marsudirini Bekasi diharapkan dapat menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan pelajar, orang tua, guru, pemerintah, ahli, dan industri.
 
Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Mischa Indah Mariska, menekankan bahwa bermain gim tidak seharusnya langsung dipandang negatif. Menurutnya, aktivitas tersebut tetap memerlukan pendampingan orang tua, aturan yang jelas, serta penyesuaian dengan usia anak.
 
"Di era digital ini, game online merupakan salah satu bentuk hiburan yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja. Namun, penggunaannya tetap memerlukan pendampingan orang dewasa disertai batasan yang jelas," ujarnya.
 
Apresiasi juga disampaikan Kepala SMA Marsudirini Bekasi, Hubertus Nugroho Sudjatmiko, yang menilai program tersebut sejalan dengan upaya sekolah membentuk siswa yang berprestasi sekaligus berkarakter.
 
"Pesan tentang Good Gamers dan Good Students sangat relevan. Siswa boleh memiliki minat di dunia gim, tetapi tetap perlu menjaga disiplin, etika, prioritas, dan tanggung jawab sebagai pelajar," katanya.
 
Selain menghadirkan edukasi di sekolah, Garena juga terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman dan positif. Upaya tersebut mencakup fitur moderasi obrolan dan filter kata kasar, sistem pelaporan, layanan dukungan pemain 24/7, serta FAQ khusus bagi orang tua.
 
Garena juga menghadirkan kampanye positif di dalam gim, seperti Mabar Tau Waktu dan Mabar Bawa Berkah, yang mengajak pemain menyeimbangkan waktu bermain dengan aktivitas positif. Sementara di ranah esports, Garena Youth Championship (GYC) Free Fire menjadikan nilai rapor sebagai salah satu syarat mengikuti turnamen guna mendorong pelajar tetap mengutamakan prestasi akademik.
 
Melalui kolaborasi ini, Garena dan Komdigi RI berharap edukasi mengenai healthy gaming dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan keluarga. Inisiatif tersebut juga menegaskan bahwa budaya bermain gim yang sehat, aman, dan bertanggung jawab hanya dapat dibangun melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, ahli, dan industri gim.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nonton Tur Pramusim Manchester United di Mana? Ini Link dan Jadwalnya
• 21 jam lalu
0
thumb
Top 3 News: Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam
• 46 menit lalu
0
thumb
SDN 1 Pandankrajan Mojokerto Nihil Siswa Baru, Tahun Depan Tak Gelar Kelulusan
• 16 jam lalu
0
thumb
Hotman Beberkan 5 Alasan Eks Jampidsus Febrie Tak Layak Jadi Tersangka
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.