Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengorkestrasi pembangunan berkelanjutan di wilayahnya, terutama terkait pertumbuhan ekonomi, investasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk kategori Impactful Regional Leadership. Gubernur Jateng punya konsep (pembangunan berkelanjutan) yang sangat kuat, tetapi tidak banyak terlihat," kata CEO Solopos Media Group Arif Budi Susilo pada keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).
Hal itu dikatakan dalam acara yang digelar Jumat (17/7), di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar.
Ia kemudian memberikan satu contoh yang terlihat saat melintasi tol Trans Jawa, bagaimana Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi mengakselerasi kawasan industri di kawasan Pantura. Salah satu yang terlihat di sekitar jalur tersebut tentu saja Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Menurut Arif, dengan komitmen dan konsistensi kinerja Ahmad Luthfi, Jawa Tengah akan tumbuh lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sudah 5,89%, sudah lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 5,61%.
"Mudah-mudahan ini konsisten sehingga impact-nya kepada masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja tercapai, dan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya juga akan meningkat," jelas Arif.
Menurutnya, kinerja yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng tersebut sesuai dengan tema SBBI Award ke-27 tersebut, yakni "Winning Value, Driving Impact". Artinya, sebuah brand bukan sekadar menghadirkan inovasi, tetapi meraih kepercayaan publik melalui kerja nyata yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
Pujian itu bukanlah isapan jempol belaka. Sebab, sejak awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi selalu konsisten mengedepankan pemerintahan kolaboratif (collaborative government). Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari bupati-wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, masyarakat, dan media untuk secara kolektif berkolaborasi membangun Jawa Tengah. Dengan begitu, program yang digulirkan benar-benar berdampak kepada masyarakat.
Ahmad Luthfi menyatakan dalam membangun Jawa Tengah memang tidak bisa bekerja sendiri, namun butuh kolaborasi dari berbagai pihak.
"Maka kita punya semangat collaborative government karena kita tidak bisa sendiri-sendiri," katanya.
Dalam sektor ekonomi, Ahmad Luthfi menjelaskan bagaimana Pemprov Jateng terus mendongkrak realisasi investasi. Ia bahkan meminta kepada seluruh bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Gayung bersambut, saat ini sudah ada 12 daerah yang mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru.
"Tahun 2025 kemarin realisasi investasi kita Rp110,64 triliun dengan 418 ribu tenaga kerja terserap. Triwulan I-2026 ini sudah Rp23,02 triliun dengan 94 ribuan tenaga kerja terserap. Angka kemiskinan kita juga turun menjadi 9,39%," lanjutnya.
Pada saat yang sama, Pemprov Jateng juga terus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Upaya-upaya pendampingan melalui akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki daya saing.
Hingga Triwulan I-2026, Pemprov Jateng telah membina 199.781 UMKM, meningkat 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.
"UMKM kita itu ada 4,8 juta, kebanyakan usaha mikro dan kecil. Kita terus dorong agar mereka naik kelas menjadi usaha menengah atau besar," jelasnya.
(prf/ega)






Komentar (0)