Jakarta (ANTARA) - Meta tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan kecerdasan artifisial (AI) Anthropic untuk menyewakan sebagian kapasitas pusat datanya.
Menurut laporan Engadget pada Jumat (17/7) waktu setempat, pembicaraan antara kedua perusahaan masih berada pada tahap awal. Namun, jika terealisasi, kerja sama tersebut diperkirakan akan bernilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp179 triliun selama dua tahun.
Selama ini Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan digital. Penyewaan pusat data kepada perusahaan lain akan menjadi sumber bisnis baru di luar model usaha utamanya.
Baca juga: Eropa nyatakan Instagram & Facebook langgar DSA akibat desain adiktif
Sebelumnya, Meta dilaporkan tengah mempertimbangkan peluang untuk menawarkan kapasitas komputasi dan infrastruktur pusat data kepada pihak eksternal. CEO Meta Mark Zuckerberg pernah mengungkapkan bahwa perusahaan kerap menerima permintaan penyewaan kapasitas pusat data.
Dalam paparan kinerja perusahaan tahun lalu, ia menyebut permintaan semacam itu datang hampir setiap pekan dan menjadi salah satu opsi bisnis yang dipertimbangkan perusahaan di masa depan.
Meski Meta dan Anthropic bersaing dalam pengembangan teknologi AI, kerja sama tersebut disebut dapat menguntungkan kedua belah pihak. Meta saat ini menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data guna mendukung pengembangan model AI miliknya.
Baca juga: Meta diwartakan akan mulai produksi chip AI pada September 2026
Perusahaan bahkan memperkirakan belanja modal dan investasi terkait AI pada 2026 akan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS atau setara Rp2.242 triliun hingga Rp2.601 triliun.
Dengan menyewakan sebagian kapasitas pusat data kepada Anthropic, Meta berpotensi memperoleh sumber pendapatan baru bernilai miliaran dolar sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.
Di sisi lain, Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan dan menjalankan model AI miliknya.
Baca juga: Meta rilis model AI pembuat gambar Muse Image
Sebelumnya, Anthropic juga dilaporkan menandatangani kesepakatan serupa dengan perusahaan AI milik Elon Musk, SpaceXAI, dengan nilai sekitar 45 miliar dolar AS atau Rp807 triliun untuk jangka waktu tiga tahun.
Setelah kerja sama itu diumumkan, Anthropic disebut langsung meningkatkan batas penggunaan bagi pelanggan layanan Claude Code.
Baca juga: Meta luncurkan Pocket, aplikasi gim dengan AI
Baca juga: India minta Meta jelaskan fitur nama pengguna WhatsApp demi keamanan
Menurut laporan Engadget pada Jumat (17/7) waktu setempat, pembicaraan antara kedua perusahaan masih berada pada tahap awal. Namun, jika terealisasi, kerja sama tersebut diperkirakan akan bernilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp179 triliun selama dua tahun.
Selama ini Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan digital. Penyewaan pusat data kepada perusahaan lain akan menjadi sumber bisnis baru di luar model usaha utamanya.
Baca juga: Eropa nyatakan Instagram & Facebook langgar DSA akibat desain adiktif
Sebelumnya, Meta dilaporkan tengah mempertimbangkan peluang untuk menawarkan kapasitas komputasi dan infrastruktur pusat data kepada pihak eksternal. CEO Meta Mark Zuckerberg pernah mengungkapkan bahwa perusahaan kerap menerima permintaan penyewaan kapasitas pusat data.
Dalam paparan kinerja perusahaan tahun lalu, ia menyebut permintaan semacam itu datang hampir setiap pekan dan menjadi salah satu opsi bisnis yang dipertimbangkan perusahaan di masa depan.
Meski Meta dan Anthropic bersaing dalam pengembangan teknologi AI, kerja sama tersebut disebut dapat menguntungkan kedua belah pihak. Meta saat ini menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data guna mendukung pengembangan model AI miliknya.
Baca juga: Meta diwartakan akan mulai produksi chip AI pada September 2026
Perusahaan bahkan memperkirakan belanja modal dan investasi terkait AI pada 2026 akan mencapai 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS atau setara Rp2.242 triliun hingga Rp2.601 triliun.
Dengan menyewakan sebagian kapasitas pusat data kepada Anthropic, Meta berpotensi memperoleh sumber pendapatan baru bernilai miliaran dolar sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.
Di sisi lain, Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan dan menjalankan model AI miliknya.
Baca juga: Meta rilis model AI pembuat gambar Muse Image
Sebelumnya, Anthropic juga dilaporkan menandatangani kesepakatan serupa dengan perusahaan AI milik Elon Musk, SpaceXAI, dengan nilai sekitar 45 miliar dolar AS atau Rp807 triliun untuk jangka waktu tiga tahun.
Setelah kerja sama itu diumumkan, Anthropic disebut langsung meningkatkan batas penggunaan bagi pelanggan layanan Claude Code.
Baca juga: Meta luncurkan Pocket, aplikasi gim dengan AI
Baca juga: India minta Meta jelaskan fitur nama pengguna WhatsApp demi keamanan






Komentar (0)