Viral Mal di Surabaya Mendadak Kompak Bangun Pagar Tinggi, Ini Faktanya

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) angkat bicara mengenai pemasangan pagar besi di sekitar kawasan pusat perbelanjaan milik perseroan di Surabaya, Jawa Timur yang tengah viral di media sosial. 

Pantauan Bisnis.com, pagar besi jenis palisade dengan tinggi mencapai sekitar dua meter berkelir hijau tersebut tampak terpancang di area luar sejumlah mal yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group tersebut. Di antaranya Pakuwon Mall di kawasan Lontar, Pakuwon City Mall di kawasan Kejawan Putih Tambak, hingga Royal Plaza di kawasan Wonokromo.

Ramai di sejumlah media sosial, warganet menduga bahwa kebijakan tersebut dijalankan Pakuwon Group sebagai bentuk antisipasi akibat lesunya kondisi perekonomian di kawasan regional hingga nasional. Tak hanya itu, mereka juga menuding pemasangan pagar pelindung tersebut adalah upaya preventif yang dilakukan perseroan mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa yang kerap terjadi di Kota Pahlawan. 

Direktur Pemasaran Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menyatakan tudingan yang menyeruak di jagat maya tersebut sepenuhnya tidak benar. Hadirnya pagar tersebut semata-mata merupakan upaya strategis manajemen dalam memberikan proteksi bagi segenap pengunjung. 

Sutandi juga menyebut pembangunan pagar pelindung tersebut adalah kebijakan yang normal dilakukan oleh perusahaan terhadap aset yang dimilikinya, dan seharusnya tidak perlu untuk dipertanyakan. Dia pun menganalogikan mal-mal tersebut seperti kediaman pribadi yang sewajarnya patut untuk dijaga keamanannya.

"Sebetulnya kalau bilang untuk pengamanan, logika bangun pagar. Misal, netizen punya rumah, punya pagar. Fungsinya pasti pertama untuk keamanan, tapi keamanan dari apa? Kan kita tidak tahu. Kalau saya punya rumah saja saya pasang pagar. Nah, kalau saya punya kawasan seluas 600 hektare, masak saya salah membangun pagar?," ungkap Sutandi, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga

  • APPBI: Gangguan Listrik Bikin Biaya Operasional Mal Bengkak 200%
  • Peritel Terjepit Kurs, Harga Barang Impor di Mal Berisiko Naik
  • Pakuwon (PWON) Bidik Penjualan Rp200 Miliar dari Pesta KPR 2026

Dia juga membantah pemasangan pagar itu berkaitan dengan lesunya aktivitas perekonomian di daerah maupun nasional. Sutandi menyatakan kebijakan tersebut dijalankan bukan sebagai bentuk antisipasi perseroan terhadap potensi ancaman maupun konflik yang dikhawatirkan terjadi oleh warganet di jagat maya.

"Tidak ada antisipasi apapun. Kita yakin Indonesia aman sejahtera, NKRI harga mati," ujarnya.

Lebih lanjut, Sutandi menyatakan perekonomian Indonesia secara makro saat ini menunjukkan kondisi yang jauh dari kata lesu. Selain itu, ia menyebut aktivitas bisnis yang dijalankan oleh perseroan dengan kode emiten PWON menunjukkan pertumbuhan yang baik pada semester I/2026.

Pada periode triwulan I/2026 tersebut, total pendapatan bersih PWON mencapai Rp1,65 triliun atau tumbuh 6% secara tahunan (YoY) dibandingkan kuartal I/2025 yang sebesar Rp1,56 triliun. Laba kotor meningkat 10% menjadi Rp941 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 10% dari Rp834 miliar menjadi Rp916 miliar.

Berdasarkan segmennya, lini pendapatan sewa pusat perbelanjaan (ritel mal) berkontribusi sebesar 62%, perhotelan dan serviced apartment 21%, serta sewa perkantoran (office leasing) 4%. Sisanya ditopang oleh development revenue yang mencakup penjualan kondominium 8% dan rumah tapak (landed house) sebesar 5%.

Surabaya masih menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi perseroan lewat proyek Tunjungan City (17%) dan Pakuwon Mall. Disusul kemudian oleh wilayah Jakarta melalui Kota Kasablanka dan Gandaria City.

Tak hanya itu, Sutandi juga memaparkan sebagai perusahaan dengan status terbuka segenap laporan keuangan PWON dapat diakses secara terbuka oleh publik dan masyarakat luas. Meningkatnya aktivitas bisnis perseroan, khususnya pada sektor retail pada paruh pertama tahun ini juga ditopang oleh momentum libur panjang sekolah. 

"Saya kasih tahu kalau ada yang bilang ekonomi tidak baik-baik saja, sampai semester pertama kita (PWON) justru tumbuh baik. Saya bicara Pakuwon, saya yang tahu kondisi Pakuwon, dan Pakuwon itu perusahaan terbuka. Bisa dicek laporan keuangan yang kita buat. Retail pun kondisi kita sampai libur sekolah kemarin baik-baik saja. Mal masih ramai semua," ungkapnya.

Sutandi juga menjelaskan pagar besi tersebut sesungguhnya telah terbangun di salah satu pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group, yakni Royal Plaza. Menurut dia, pagar pelindung besi telah terpasang di kawasan luar mal tersebut sejak 2006 silam, tetapi saat ini harus dilakukan penggantian oleh manajemen karena kondisinya yang rusak.

Tak hanya penggantian di Royal Plaza, Sutandi menyebut rencana pemasangan pagar tersebut juga berlangsung di pusat perbelanjaan lain yang berada di bawah kuasa Pakuwon Group, seperti Pakuwon Trade Center di kawasan Surabaya Barat dan Pakuwon City Mall di Surabaya Timur.

"Kita memang ya karena sekarang Pakuwon sudah dibangun, [pagar besi] Royal Plaza sudah keropos ya kita bereskan. Supaya rapi, sekalian semua [mall milik Pakuwon dipasang pagar besi]. Apalagi mal-nya ramai, dan dana kalau cuma untuk perbaikan pagar juga ada. Kondisi kita bagus," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut manajemen juga merencanakan pemasangan pagar besi serupa di luar kawasan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, yang terletak di kawasan pusat Kota Surabaya. 

Selain itu, Sutandi juga tidak menepis anggapan bahwa pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan aksi demonstrasi yang kerap terjadi di Gedung Negara Grahadi, yang jaraknya tidak jauh dari Tunjungan Plaza.

"TP (Tunjungan Plaza) pun kami juga akan pasang pagar. Kalau TP itu kan memang kami melihat demonstrasi ini kan sering di [Gedung Negara] Grahadi," katanya. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Maxim Klaim Komisi 8% Kerek Pendapatan Pengemudi tapi Bebani Operasionalnya
• 18 jam lalu
0
thumb
Tanya Prabowo ke TNI dan Polri: Rela Anggaran Dikurangi?
• 18 jam lalu
0
thumb
Update KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Pesawat TNI AU dan KRI Marlin Cari 24 Korban
• 18 jam lalu
0
thumb
Selain Laga Maut Spanyol vs Argentina, Apa Lagi yang Harus Diantisipasi di Final Piala Dunia 2026?
• 17 jam lalu
0
thumb
Ini Deretan Saham Raup Untung dalam Sepekan, AGAR Melesat 138,4 Persen
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.