JAKARTA, DISWAY.ID - Indonesia resmi bergabung di dalam deklarasi pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penandatanganan Agreement of Establishment WAICO dilakukan dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China.
"Ini merupakan momentum bersejarah di mana sebelum ditandatangani itu, ada pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Yang Mulia Presiden Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yang Mulia Antonio Guterres, dan beberapa pendiri, founder member daripada WAICO tersebut," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jumat, 17 Juli 2026.
BACA JUGA:Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk Benahi Tata Kelola Program MBG, Ini Harapannya
Ia mengatakan ada 29 negara telah menandatangani deklarasi pendirian WAICO. Dari kawasan ASEAN, Indonesia bergabung bersama Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.
Adapun negara-negara anggota BRICS seperti China, Brasil, Rusia, Ethiopia, dan Afrika Selatan juga turut menjadi pendiri organisasi tersebut, bersama sejumlah negara di Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Amerika Latin, dan Eropa Timur.
Airlangga menegaskan keikutsertaan Indonesia merupakan bentuk komitmen untuk membangun tata kelola AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara.
BACA JUGA:Pesan Munas VI ABP PTSI: Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia
"Indonesia ikut agar pengembangan AI bersifat inklusif dan bertanggung jawab serta memberikan manfaat secara bersama," ujarnya.
Airlangga mengatakan dalam peresmian WAICO tadi pagi, Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa AI seharusnya tidak menjadi solo performance daripada satu negara, melainkan menjadi simfoni daripada global collaboration. Artinya, kemajuan AI dibangun dengan kerja sama internasional.
"Pandangan tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden, Pak Prabowo Subianto, bahwa penguasaan teknologi termasuk AI harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya akan memperkuat daya saing Indonesia," jelasnya.






Komentar (0)