Indonesia Ajak Lebih Banyak Negara Gabung WAICO, Pendaftaran Dibuka hingga Akhir Juli

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menegaskan Indonesia tidak menjadi satu-satunya negara yang bergabung sebagai anggota pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO). Hingga saat ini, sebanyak 29 negara telah menandatangani pembentukan organisasi internasional yang berfokus pada kerja sama dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan dari kawasan ASEAN terdapat lima negara yang menjadi pendiri WAICO, yakni Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.

"Indonesia tidak sendirian. Tadi sudah disampaikan Pak Wamen Komdigi, pendirian ini ditandatangani oleh 29 negara. Dari ASEAN ada Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia," ujar Airlangga, dalam konferensi pers, Jumat (17/7/2026).

Selain negara-negara ASEAN, seluruh anggota Eurasian Economic Union (EAEU) juga ikut menandatangani deklarasi pendirian, yaitu Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia.

Sementara itu, dari kelompok BRICS terdapat Brasil, Rusia, Tiongkok, Ethiopia, dan Afrika Selatan. Adapun dari kawasan Afrika bergabung Kenya, Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, dan Zambia.

Partisipasi juga datang dari kawasan Amerika Latin melalui Kuba, Nikaragua, dan Venezuela. Sementara dari Timur Tengah terdapat Oman, dari Asia Selatan dan Asia Tengah bergabung Pakistan, Tajikistan, serta Uzbekistan, sedangkan dari Eropa Timur diwakili Serbia.

Airlangga mengungkapkan, pendaftaran sebagai negara pendiri WAICO masih dibuka hingga 31 Juli 2026 sehingga jumlah anggota pendiri masih berpotensi bertambah.

"Pendaftaran untuk menjadi founder ini masih terbuka sampai dengan akhir 31 Juli bulan ini," katanya.

Baca Juga: Indonesia Jadi Anggota Pendiri WAICO, Airlangga: Pemerintah Siapkan Roadmap AI

Baca Juga: Airlangga Bakal Lapor Prabowo soal Usulan Harga Khusus BBM untuk Nelayan

Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia sebagai anggota pendiri merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola pengembangan kecerdasan buatan di tingkat global.

Indonesia juga ingin memastikan perkembangan AI berjalan secara inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh negara.

"Terutama kita ikut agar pengembangan AI ini sifatnya inklusif dan bertanggung jawab untuk dan memberikan manfaat secara bersama," ungkap dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Cuma Hormuz, Iran Siap Tutup Jalur Laut Merah-Dunia Bakal Lumpuh
• 20 jam lalu
0
thumb
Kejahatan SDA-LH Makin Terorganisir, Dirtipidter Bareskrim Polri Ingatkan Kolaborasi Aparat Hukum
• 6 jam lalu
0
thumb
Konsumen Banyak Beralih ke Pertalite Usai Harga BBM Nonsubsidi Naik
• 8 jam lalu
0
thumb
Digugat Rp1 Miliar oleh Mantan ART, Erin Eks Istri Andre Taulany Bakal Hadir di Sidang Mediasi
• 14 jam lalu
0
thumb
Ada unjuk rasa di Jakpus, 4.132 personel disiagakan untuk pengamanan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.