Bocah Asal Boyolali Dapat Penghargaan NASA usai Temukan Celah Keamanan Sistem

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Boyolali: Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, menerima penghargaan resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) atas laporannya mengenai celah keamanan pada sistem publik milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut. Bocah berusia 11 tahun itu melaporkan temuannya melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA.

Surat apresiasi dari NASA telah diterima Ibrahim pada 9 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem digital NASA.

"Alhamdulillah, senang," ujar Ibrahim, Jumat, 17 Juli 2026.

Ibrahim mempelajari dunia keamanan siber secara otodidak. Minatnya berawal dari aktivitas bermain game, kemudian berkembang menjadi keinginan membuat game sendiri, hingga akhirnya tertarik pada bidang coding dan cybersecurity.

Dukungan sang ayah, Aminudin Salas, yang merupakan guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu, turut mendorong ketertarikannya pada dunia teknologi.
 

Baca Juga :

Menteri Jumhur Tinjau SMAN 1 Gresik Peraih Adiwiyata Mandiri Bidang Lingkungan Hidup


"Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," kata Aminudin.

Keberhasilan Ibrahim tidak diraih secara instan. Ia harus melalui beberapa kali percobaan sebelum laporannya diterima NASA.

Aminudin mengungkapkan, dua laporan awal yang dikirim putranya belum membuahkan hasil. Satu laporan ditolak karena tidak memenuhi kriteria, sementara laporan lainnya dinyatakan sebagai temuan duplikat yang sudah pernah dilaporkan pihak lain.

Baru pada percobaan ketiga, Ibrahim berhasil menemukan celah keamanan jenis broken link hijacking yang belum pernah dilaporkan. Temuan tersebut kemudian diterima dan dibalas dengan Letter of Recognition (LOR) dari NASA.


Ilustrasi aktivitas digital. (Medcom.id)


"Prosesnya tidak mudah. Sudah beberapa kali kirim laporan. Ada yang ditolak, ada yang dianggap duplikat," ujar Aminudin.

Jika tidak segera diperbaiki, kerentanan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk membuat tautan phishing yang mengatasnamakan NASA.

Ibrahim mengaku bercita-cita menjadi cybersecurity profesional. Ia mengatasi kesulitan dalam memahami materi dengan belajar melalui tutorial YouTube dan kecerdasan buatan (AI).

Sang ayah berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lain yang tertarik dengan dunia IT. Menurutnya, dengan kemajuan teknologi seperti internet dan AI, belajar kini menjadi lebih mudah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kaspersky: 57% Warga RI Simpan KTP hingga Paspor di Ponsel, Data Rentan Bocor
• 7 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap 3 Peretas Bank di Jambi, Uang Rp 144 Miliar Mengalir ke Kripto
• 3 jam lalu
0
thumb
Fitch Turunkan Rating Surat Utang Pos Indonesia Jadi C usai Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk
• 13 jam lalu
0
thumb
Rob Terparah Kembali Rendam Desa Tunggulsari Pati, Ketinggian Air Capai 1 Meter
• 15 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Lagi-lagi Ajukan Praperadilan di Kasus Ijazah Jokowi, Kini Bidik Ganti Kerugian
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.