Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia bergabung sebagai salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi antarpemerintah yang dibentuk untuk mendorong tata kelola dan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kepentingan manusia. Keikutsertaan Indonesia juga menjadi bagian dari upaya mempercepat penyusunan peta jalan (roadmap) AI nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan Indonesia menjadi founding member WAICO merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengembangan dan pemanfaatan AI di dalam negeri.
"Kehadiran Indonesia dalam organisasi tersebut diharapkan dapat mendorong menjembatani kesenjangan teknologi sekaligus memperkuat pengembangan AI yang aman, tepercaya, dan beretika," ujar Airlangga dalam paparan media melalui Zoom, Jumat (17/7/2027).
Menurut Airlangga, Indonesia juga tengah menyiapkan roadmap AI sebagai acuan pengembangan teknologi tersebut di berbagai sektor. Bergabungnya Indonesia ke WAICO diharapkan memperkuat akses terhadap transfer teknologi, memperluas kolaborasi riset, serta membuka peluang agar pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperoleh kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi AI.
Dalam rapat terbatas pada 13 Juli lalu, pemerintah memutuskan Indonesia ikut mendirikan WAICO bersama sejumlah negara lain. Hingga saat ini, sebanyak 29 negara telah menandatangani pembentukan organisasi tersebut, antara lain Malaysia, Kamboja, Rusia, Kuba, dan Oman. Jumlah negara pendiri masih berpotensi bertambah hingga 31 Juli mendatang.
Perkuat kolaborasi global
Pembentukan WAICO diumumkan dalam pembukaan WAIC 2026 di Shanghai yang dihadiri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, serta para pemimpin negara pendiri lainnya.
Dalam pidatonya, Xi Jinping menegaskan bahwa pengembangan AI tidak boleh dikuasai oleh satu negara.
"Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi 'a solo performance' oleh satu negara, melainkan 'a symphony of global collaboration'," kata Xi.
WAICO dibentuk sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang mengusung prinsip Piagam PBB, yakni inklusif dan berpusat pada manusia (human-centered). Organisasi ini ditujukan untuk memperkuat kerja sama internasional dalam tata kelola AI sekaligus memastikan teknologi tersebut berkembang secara aman, tepercaya, beretika, dan memberi manfaat yang merata.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut pembentukan WAICO sebagai wadah kerja sama global untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan inklusif.
Bagi Indonesia, keikutsertaan sebagai negara pendiri juga dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan teknologi serta memastikan kepentingan negara berkembang terakomodasi dalam penyusunan tata kelola AI global.
Airlangga menambahkan, kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang ekonomi digital juga terus diperkuat. Dalam kunjungannya ke Shanghai, pemerintah menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao mengenai evaluasi kerja sama industri dan perdagangan, termasuk sektor digital.
Nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok saat ini mencapai sekitar 160 miliar dollar AS, sementara investasi langsung Tiongkok ke Indonesia sekitar 7 miliar dollar AS, belum termasuk investasi melalui Hong Kong yang mencapai sekitar 10 miliar dollar AS. Airlangga juga dijadwalkan bertemu sejumlah mitra strategis, termasuk Huawei dan BYD, untuk membahas peluang kerja sama pengembangan teknologi dan investasi AI.






Komentar (0)