Presiden Prabowo Subianto mengungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik meski dunia tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik.
Kata Prabowo, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah situasi global yang penuh tantangan.
"Jadi kita akan percepat dan semua usaha kita akan kerja keras. Tapi sekarang hasil-hasil sudah mulai kita lihat," kata Prabowo, saat Panen Raya di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Kepala Negara melanjutkan, laporan yang diterimanya dari Purbaya menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan banyak negara lain yang terdampak gejolak global.
"Menteri Keuangan melaporkan kondisi ekonomi kita bagus. Di tengah dunia yang susah, di tengah perang di mana-mana kita masih lumayan," ujarnya.
Prabowo menilai optimisme tersebut didukung oleh mulai berjalannya sejumlah proyek strategis nasional, khususnya di sektor energi yang selama ini tertunda seperti groundbreaking gas blok Masela.
"Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga mencatat kemajuan dalam upaya mewujudkan kemandirian energi melalui pengembangan bahan bakar nabati.
"Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” lanjut dia.
Menurut Prabowo, keberhasilan implementasi B50 berdampak langsung terhadap penurunan impor bahan bakar diesel. Sejak Juli tahun ini, Indonesia tak lagi mengimpor solar.
"Jadi dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri, lebih baik uang itu beredar di Indonesia. Dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," tutur Prabowo.






Komentar (0)