Ciccio Manassero Rela Turunkan Berat Badan dan Botak Demi Bintangi Film Rumah Singgah

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Ciccio Manassero menunjukkan totalitasnya dalam memerankan karakter Tony di film Rumah Singgah. Demi menghadirkan sosok pasien kanker yang realistis, aktor tersebut rela melakukan transformasi fisik, mulai dari menurunkan berat badan hingga mencukur habis rambutnya.

Bagi Ciccio, perubahan penampilan tersebut bukan sekadar tuntutan produksi, melainkan bagian penting dari proses membangun karakter agar terasa autentik di mata penonton. Ia ingin setiap adegan yang ditampilkan mampu menggambarkan kondisi seorang pasien kanker dengan jujur tanpa mengurangi nilai emosional cerita.

"Sebenarnya kebutuhan karakter juga, karena kan aku jujur aja nih, aku kan tidak yang kurus-kurus seperti mereka, aku kan biasanya lumayan besar lah. Jadi sedikit tidak make sense ketika nanti kalian nonton filmnya," ungkap Ciccio Manassero di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Jumat (17/7/2026).

Dalam Rumah Singgah, Tony diceritakan sebagai seorang pasien kanker yang telah berada pada stadium tertentu. Kondisi tersebut membuat Ciccio merasa penampilan fisiknya harus mencerminkan perjalanan penyakit yang dialami karakter tersebut.

Ia mengaku tidak ingin tampil terlalu segar atau sehat karena hal itu justru akan mengurangi kredibilitas cerita.

"Ceritanya Tony ini pasien cancer apa dan sudah stadium berapa, tidak make sense kalau dia quote unquote seger gitu lho. Jadi tentunya itu kebutuhan karakter juga dan juga bagian dari pendalaman karakterku untuk bisa mainin karakter Tony dengan dengan baik, lebih totalitas," kata Ciccio.

Tak hanya menurunkan berat badan, Ciccio juga mengambil keputusan besar dengan mencukur habis rambutnya. Namun, ia memiliki permintaan khusus kepada tim produksi terkait bagaimana momen tersebut ditampilkan di layar.

Alih-alih muncul begitu saja dengan kepala plontos, Ciccio ingin proses mencukur rambut menjadi bagian dari alur cerita.

"Dan kalau untuk apa namanya, cukur rambut sampai botak, itu ada di filmnya. Itu spoiler kalau cerita kenapa, tapi memang aku sempet bahas aku enggak mau ketika muncul di filmnya tuh sudah botak gitu aku enggak mau," ungkapnya.

Menurut Ciccio, proses mencukur rambut bukan hanya perubahan penampilan semata. Adegan itu memiliki makna simbolis yang mendalam, terutama bagi mereka yang pernah atau sedang menjalani kemoterapi.

Dalam film, Tony akan dibantu oleh teman-temannya saat rambutnya dicukur hingga botak. Bagi Ciccio, momen tersebut menggambarkan dukungan orang-orang terdekat ketika seseorang tengah berjuang melawan penyakit.

 

“Jadi akan ada adegannya di mana dibantu temen-temen yang lain untuk mencukur rambutnya. Menurutku itu lebih powerful dan itu simbolik juga sih,” katanya.

Lebih dari sekadar kebutuhan cerita, Ciccio berharap adegan mencukur rambut tersebut dapat membawa pesan positif bagi para penyintas maupun pejuang kanker yang sedang menjalani pengobatan.

Ia memahami bahwa kehilangan rambut akibat kemoterapi sering kali menjadi salah satu fase yang berat secara mental. Karena itu, ia ingin menghadirkan adegan yang mampu memberikan semangat dan menunjukkan bahwa seseorang tetap dapat memperoleh dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

I want that scene to be something powerful, untuk bisa jadi hope juga buat temen-temen yang mungkin menjalani kemoterapi dan rambutnya rontok sampai botak,” tuturnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Hanguskan Rumah di Cakung, 13 Mobil Damkar Diterjunkan
• 22 jam lalu
0
thumb
Sinopsis Film Korea The Journey To Gyeongju, Gong Ho Jin Memulai Misi Balas Dendam Atas Kematian Adik Bungsunya
• 12 jam lalu
0
thumb
Trafik Lalu Lintas di Jalan Tol Kelolaan Jasa Marga (JSMR) Tembus 3,5 Juta Kendaraan per Hari
• 11 jam lalu
0
thumb
Dukung Pembatasan Gawai di Sekolah, Menkomdigi: Sejalan dengan PP Tunas
• 16 jam lalu
0
thumb
Kubu Dokter Tifa Nilai JPU Keliru Terapkan UU ITE, Roy Suryo Respons Laporan Ijazah | KOMPAS PAGI
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.