Masuk Skuad Piala Dunia 2018 dan 2022, Kwon Chang-hoon Siap Jadi Andalan Shin Tae-yong Bawa Persija Berburu Gelar Super League

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persija Jakarta kembali menunjukkan keseriusannya membangun skuad bertabur pengalaman untuk menghadapi Super League 2026/2027. Macan Kemayoran resmi memperkenalkan mantan pemain Timnas Korea Selatan, Kwon Chang-hoon, sebagai rekrutan anyar dengan kontrak berdurasi dua musim hingga Juni 2028.

Kehadiran pemain berusia 32 tahun itu menjadi salah satu transfer paling menyita perhatian pada bursa transfer musim ini. Bukan tanpa alasan, Kwon datang dengan rekam jejak panjang di sepak bola internasional, termasuk pernah masuk skuad Korea Selatan pada dua edisi Piala Dunia, yakni Rusia 2018 dan Qatar 2022.

“Persija resmi mendatangkan Kwon Chang-hoon untuk memperkuat skuad dalam mengarungi musim 2026/2027. Pemain asal Korea Selatan tersebut dikontrak selama dua musim,” tulis Persija dalam pernyataan resminya, Jumat (17/7/2026).

Perekrutan Kwon sekaligus mempertegas proyek besar yang tengah dibangun pelatih Shin Tae-yong. Setelah mendatangkan sejumlah pemain lokal dan asing berkualitas, Persija kini memiliki sosok yang tak hanya sarat pengalaman, tetapi juga memahami filosofi permainan sang pelatih.

Pernah Tampil di Dua Edisi Piala Dunia

Nama Kwon Chang-hoon bukan sosok asing bagi pencinta sepak bola Asia.

Pemain kelahiran Seoul, 30 Juni 1994 itu merupakan salah satu generasi emas Korea Selatan yang tampil konsisten selama hampir satu dekade terakhir.

Ia masuk dalam skuad Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Namun, cedera yang dialaminya membuat Kwon gagal mencatatkan penampilan di turnamen tersebut.

Kesempatan itu akhirnya datang empat tahun kemudian.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Kwon tampil bersama Korea Selatan dan dipercaya langsung oleh Shin Tae-yong saat menghadapi Ghana pada fase grup. Meski Taeguk Warriors kalah 2-3 dalam pertandingan tersebut, pengalaman tampil di panggung sepak bola terbesar dunia menjadi modal berharga yang kini dibawanya ke Persija.

Sepanjang karier internasionalnya, Kwon menjadi bagian penting Timnas Korea Selatan dalam berbagai ajang bergengsi dan dikenal sebagai pemain yang memiliki etos kerja tinggi serta disiplin taktik.

Kenyang Pengalaman di Eropa

Karier profesional Kwon dimulai bersama Suwon Bluewings.

Penampilan impresifnya di K League membuat klub-klub Eropa tertarik merekrutnya.

Ia kemudian bergabung dengan Dijon FCO di Ligue 1 Prancis sebelum melanjutkan karier di Bundesliga bersama SC Freiburg.

Bermain di dua kompetisi elite Eropa memberikan pengalaman yang membentuk karakter permainannya.

Kwon dikenal sebagai winger modern yang mampu bermain di kedua sisi lapangan maupun sebagai gelandang serang. Keunggulan kaki kiri, visi bermain, kemampuan membuka ruang, hingga akurasi umpan menjadi beberapa kualitas yang membuatnya tetap diminati meski telah memasuki usia 32 tahun.

Setelah kembali ke Korea Selatan pada 2021, ia memperkuat Gimcheon Sangmu, Jeonbuk Hyundai Motors, hingga Jeju SK sebelum akhirnya menerima tantangan baru di Indonesia.

Sepanjang kariernya, Kwon telah mencatat lebih dari 340 pertandingan resmi dengan torehan lebih dari 50 gol di level klub maupun tim nasional.

Ia juga dua kali masuk dalam K League Best XI, masing-masing pada musim 2015 dan 2016.

Shin Tae-yong Jadi Faktor Penting

Kwon mengakui keputusannya menerima pinangan Persija bukan hanya karena proyek besar klub, tetapi juga karena sosok Shin Tae-yong.

Baginya, pelatih berusia 57 tahun tersebut memiliki peran besar dalam perkembangan sepak bola Indonesia beberapa tahun terakhir.

“Saya memilih Persija karena ingin menghadapi tantangan baru. Saya sudah mendapatkan berbagai pengalaman di beberapa negara, tetapi datang ke Persija merupakan lembaran baru dalam hidup saya. Bagi saya, ini adalah sebuah tantangan besar,” ujar Kwon.

Ia mengaku mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia sejak Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia.

Menurutnya, kemajuan yang ditunjukkan sepak bola nasional menjadi alasan kuat untuk menerima tawaran Persija.

“Ketika masih bermain di Korea Selatan, saya melihat Coach Shin Tae-yong bekerja di Indonesia. Saya juga melihat sepak bola Indonesia mengalami banyak perkembangan.”

“Hal itu membuat saya memiliki pandangan yang positif terhadap sepak bola Indonesia dan Persija. Karena itulah saya memutuskan datang ke sini,” katanya.

Kedekatan keduanya diperkirakan akan mempercepat proses adaptasi Kwon di Jakarta.

Selain memahami karakter sang pelatih, Kwon juga sudah mengenal filosofi permainan Shin Tae-yong yang mengandalkan pressing agresif, intensitas tinggi, serta transisi cepat.

Persija Makin Lengkap

Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyebut Kwon sebagai pemain yang memiliki kualitas lengkap.

Menurutnya, pengalaman bermain di Eropa dan level internasional akan memberikan dampak besar terhadap performa Macan Kemayoran.

“Kwon adalah pemain dengan pengalaman yang sangat lengkap. Ia pernah bermain di kompetisi top Eropa, membela Tim Nasional Korea Selatan, dan tampil di level tertinggi sepak bola internasional.”

“Kehadirannya diharapkan dapat menambah kreativitas, variasi serangan, serta membantu Persija mencapai target yang telah ditetapkan pada musim ini,” ujar Prapanca.

Ia juga optimistis keberadaan Shin Tae-yong akan mempercepat adaptasi pemain barunya tersebut.

“Kami percaya kualitas dan mentalitas Kwon akan memberikan pengaruh positif bagi Persija. Keberadaan Coach Shin diharapkan dapat membantu Kwon beradaptasi lebih cepat agar dapat segera menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama tim,” lanjutnya.

Rekrutan Kedelapan Persija

Kedatangan Kwon Chang-hoon melanjutkan aktivitas agresif Persija di bursa transfer.

Ia menjadi pemain kedelapan yang direkrut Macan Kemayoran untuk menghadapi Super League 2026/2027.

Sebelumnya Persija telah mengamankan tanda tangan Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, Radovan Pankov, Denis Kolinger, Kerim Memija, dan gelandang Jepang Kyohei Yoshino.

Dengan komposisi tersebut, Persija kini memiliki perpaduan pemain lokal berkualitas, pengalaman Eropa, serta sentuhan Shin Tae-yong yang diharapkan mampu mengakhiri penantian panjang meraih gelar liga.

Bagi Jakmania, kehadiran Kwon Chang-hoon bukan sekadar tambahan pemain asing. Ia datang membawa pengalaman tampil di Piala Dunia, atmosfer kompetisi elite Eropa, serta hubungan yang telah terbangun dengan Shin Tae-yong.

Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan semua pengalaman itu di lapangan dan membawa Persija kembali menjadi kekuatan utama dalam perburuan gelar Super League 2026/2027.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Verifikasi Usia TikTok Diaudit, Isu Perlindungan Anak Jadi Sorotan Global
• 6 jam lalu
0
thumb
Siap Lihat Dracula Pensiun? Hotel Transylvania 5 Tayang di Bioskop Oktober 2027
• 5 jam lalu
0
thumb
Frans Putros Pilih Hengkang dari Persib, Igor Tolic Hormati Keputusannya
• 50 menit lalu
0
thumb
Finalissima Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Pertandingan Antarjuara
• 21 jam lalu
0
thumb
Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.