Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong menggelar bakti sosial terpadu di Kota Bogor, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026.
Mengusung tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, kegiatan ini digelar untuk memberikan layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bakti sosial meliputi penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi, program tebus ijazah, operasi katarak, hingga khitanan massal. Kegiatan ini menjangkau kurang lebih 270 Penerima Manfaat (PM), dengan total nilai bantuan sebesar Rp549.019.000.
“Bakti Sosial Terpadu merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Hasim dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, Kemensos terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya pada momentum bakti sosial, tetapi juga melalui berbagai program rehabilitasi sosial yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Hasim mengapresiasi pemerintah daerah serta berbagai pihak yang telah ikut berkolaborasi dalam menyukseskan penyelenggaraan bakti sosial ini.
“Sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, dan berbagai mitra menjadi kunci dalam menghadirkan layanan sosial dan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada penyaluran bantuan ATENSI, Kemensos berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor menyalurkan bantuan kepada 143 PM, yang terdiri dari 8 orang anak, 21 orang kelompok rentan, 26 orang korban penyalahgunaan NAPZA, 35 orang dengan HIV, 25 orang penyandang disabilitas, dan 28 orang lanjut usia.
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima, meliputi 68 paket bantuan nutrisi, 74 paket perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis, berbagai alat bantu mobilitas dan kesehatan seperti 28 kursi roda dewasa, alat bantu dengar, tabung oksigen, kaki dan tangan palsu, korset penyangga, serta tongkat bantu jalan, juga 13 paket bantuan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Selain penyaluran bantuan, juga terdapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi melalui program STIS Go to Community kepada 103 PM di LKS PPDI dan LKS Candra Naya.
Layanan edukasi tersebut meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi psikososial mengenai pencegahan kekerasan di ranah daring, serta terapi okupansi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus.
Kemudian, Kemensos juga melaksanakan program Tebus Ijazah bagi 21 anak lulusan SMP dan SMK. Melalui program ini, seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat membuka kembali kesempatan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Selanjutnya dalam layanan kesehatan, Kemensos melaksanakan operasi katarak, sebanyak 21 orang dari 42 pendaftar dinyatakan lolos skrining kesehatan dan menjalani operasi katarak di Klinik Mata Dokter Hasni Ainun Habibie. Sementara itu, 62 anak menjalani khitanan massal di Rumah Sunat Estetika.
Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, serta berbagai mitra. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup serta keberfungsian sosial para penerima manfaat.






Komentar (0)