Bayer Tunjuk Simon Rosof Untuk Tingkatkan Kinerja Perusahaan di Asia Pasifik

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Salah satu perusahaan farmasi global Bayer melakukan penyegaran kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik dengan menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, efektif mulai 1 Juli 2026.

Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis di kawasan yang dinilai menjadi salah satu motor utama industri kesehatan dunia.

BACA JUGA: Situasi Global Tak Menentu, Menkes Minta Perusahaan Farmasi Kurangi Ketergantungan Impor

Berkantor di Singapura, Rosof juga akan mengemban jabatan sebagai Country Division Head untuk klaster ASEAN, dengan tanggung jawab memimpin strategi bisnis sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan di seluruh Asia Tenggara.

Langkah Bayer tersebut dilakukan di tengah makin besarnya peran Asia Pasifik dalam membentuk masa depan industri kesehatan global. Kawasan ini dihuni lebih dari 2,6 miliar penduduk dan memiliki sejumlah sistem layanan kesehatan yang berkembang paling cepat di dunia.

BACA JUGA: Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT & Mukernas HISFARSI di Pekanbaru

Chief Operating Officer Bayer Pharmaceuticals Sebastian Guth mengatakan Rosof merupakan sosok yang memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus membangun organisasi berkinerja tinggi.

"Simon adalah pemimpin yang telah terbukti memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis, mengembangkan talenta, dan membangun tim berkinerja tinggi. Pengalaman globalnya di bidang komersial serta pemahamannya mengenai pasar layanan kesehatan menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin bisnis Farmasi Bayer di Asia Pasifik," ujar Guth.

BACA JUGA: Bayern Munchen vs PSG Siap Ledakkan Allianz Arena

Bayer menilai Asia Pasifik kini menjadi salah satu kawasan paling strategis bagi industri farmasi global. Selain memiliki populasi yang besar, negara-negara di kawasan ini juga terus meningkatkan belanja kesehatan dan memperluas akses terhadap layanan medis modern.

Perusahaan melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk mempercepat adopsi obat-obatan inovatif, memperkuat kolaborasi dengan ekosistem kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

Dengan sistem kesehatan yang terus berkembang, kawasan Asia Pasifik diproyeksikan memainkan peran semakin penting dalam mendorong inovasi medis serta peluncuran terapi baru di masa mendatang.

Rosof membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di industri farmasi global. Sebelum dipercaya memimpin kawasan Asia Pasifik, dia menjabat sebagai Senior Vice President sekaligus Head of Product & Pipeline Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat.

Dalam posisi tersebut, dia memimpin strategi komersialisasi berbagai portofolio terapi, mulai dari onkologi, kardiovaskular dan ginjal, hingga kesehatan perempuan, baik untuk produk yang telah dipasarkan maupun kandidat obat yang masih dalam tahap pengembangan.

Sebagai anggota tim kepemimpinan Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat dan Worldwide Markets, Rosof turut berkontribusi dalam menyusun strategi pertumbuhan global perusahaan melalui misi Health for all. Hunger for none.

Sepanjang kariernya, Rosof juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Bayer maupun Bristol Myers Squibb, termasuk sebagai General Manager Bristol Myers Squibb Singapura. Pengalamannya mencakup berbagai bidang terapi seperti hematologi, virologi, penyakit metabolik, hingga kesehatan perempuan.

Sebelum memasuki industri farmasi, Rosof mengawali karier profesionalnya di sektor jasa keuangan bersama Morgan Stanley dan Merrill Lynch di New York, Amerika Serikat.

Dia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Tuck School of Business, Dartmouth College, serta gelar Bachelor of Arts di bidang Biologi dari Amherst College.

Rosof mengatakan dirinya melihat Asia Pasifik sebagai kawasan dengan peluang pertumbuhan yang sangat besar, baik dari sisi inovasi maupun perluasan akses layanan kesehatan.

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan terhadap terapi inovatif memberikan kesempatan bagi Bayer untuk menghadirkan lebih banyak obat baru kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

"Kawasan ini memiliki sejumlah sistem layanan kesehatan paling inovatif di dunia serta populasi pasien yang sangat beragam. Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap pengobatan inovatif, kami memiliki peluang untuk memperluas akses pasien terhadap terapi, memperkuat kemitraan di seluruh ekosistem layanan kesehatan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi lebih banyak masyarakat di kawasan ini," ujar Rosof. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bio Farma Perkuat Transformasi Terintegrasi, Dorong Daya Saing Holding BUMN Farmasi


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Karyawan Resign Berjemaah usai Gaji Dpotong-Nunggak, Ini Kata RSI Unisma
• 6 jam lalu
0
thumb
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
• 9 jam lalu
0
thumb
Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Kolaborasi UNIQLO dalam Pengembangan UMKM Makassar
• 28 menit lalu
0
thumb
Pemprov Lampung Alokasikan 217 Bantuan Rumah Sehat bagi Penderita TBC pada 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Jelang Final Piala Dunia 2026: Messi Puji Permainan Spanyol, Sebut Jadi Laga Spesial
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.