Bisnis.com, SURABAYA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengakselerasi pengembangan infrastruktur di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk guna mengurai kemacetan menahun yang berlangsung di simpul utama logistik Jawa–Bali.
Sebagai langkah jangka panjang, ASDP tengah menyiapkan peningkatan kapasitas pelabuhan melalui pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge (jembatan bergerak) berkapasitas 50 ton di Dermaga 1, 2, dan 3 yang ditargetkan rampung pada 2029.
Pengembangan tersebut turut mencakup pembangunan akses penghubung Ketapang–Bulusan guna memperlancar arus kendaraan.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan berbagai alternatif solusi yang akan dijalankan secara bertahap, mulai dari pembangunan dan optimalisasi dermaga, peningkatan kapasitas dermaga eksisting, pengoperasian kapal berukuran lebih besar, optimalisasi pelabuhan pendukung seperti Jangkar, Tanjungwangi, serta pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang di kawasan Bali Utara sebagai jalur alternatif pada periode puncak.
Selain itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga telah menginstruksikan perseroan untuk mengoptimalkan penggunaan kapal berkapasitas lebih besar di simpul utama konektivitas Jawa–Bali agar mampu mengangkut lebih banyak kendaraan dan penumpang dalam setiap perjalanan, sehingga waktu tunggu dapat ditekan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan kesiapan perusahaan untuk mengakselerasi berbagai langkah operasional sekaligus pengembangan infrastruktur sebagai solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan yang menahun di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Baca Juga
- Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, Kemenhub Optimalkan Fungsi 3 Pelabuhan Alternatif
- DPR Desak Kemenhub Segera Atasi Macet Horror Ketapang-Gilimanuk
- Penambahan Dermaga di Ketapang-Gilimanuk Jadi Kunci Optimalisasi Penyeberangan
Heru menyebut penanganan masalah kemacetan tersebut tidak hanya dilakukan secara harian, tetapi juga penyelesaian pada akarnya. ASDP telah berkoordinasi intensif bersama Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, KSOP, kepolisian, Gapasdap, INFA, hingga asosiasi angkutan logistik guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.
"Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha akibat kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada penanganan operasional harian, tetapi juga mempercepat penyelesaian akar persoalan melalui penguatan kapasitas layanan dan kolaborasi lintas sektor," ucap Heru, Jumat (17/7/2026).
Di lapangan, ASDP terus mengoptimalkan sejumlah kebijakan, seperti pola operasi kapal, memaksimalkan kapasitas armada, hingga menyiapkan kantong parkir tambahan bagi kendaraan logistik agar antrean tidak meluas ke jalan nasional.
Selain itu, perusahaan juga mendorong pengguna jasa untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy untuk mengatur distribusi kedatangan kendaraan ke pelabuhan.
"ASDP siap menjalankan arahan pemerintah dan terus memperkuat layanan agar lintasan Ketapang–Gilimanuk semakin andal, aman, dan mampu mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat serta logistik nasional secara berkelanjutan," jelas Heru.






Komentar (0)