Inggris gagal melangkah ke final setelah takluk 1-2 dari Argentina. Sempat unggul melalui Anthony Gordon pada menit ke-55, Inggris justru kebobolan dua gol pada penghujung laga lewat Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada masa tambahan waktu menit ke-90+2.
Kekalahan itu turut menyoroti keputusan Tuchel pada babak kedua. Pelatih asal Jerman tersebut memasukkan sejumlah pemain bertahan untuk menjaga keunggulan. Namun, perubahan strategi itu membuat Inggris kehilangan penguasaan bola dan terus ditekan Argentina hingga akhirnya kalah.
Baca Juga :
Lionel Messi Bantah Argentina Diuntungkan Wasit Jelang Final Piala Dunia 2026Hasil tersebut menambah daftar kegagalan Inggris saat memasuki fase gugur turnamen besar. Sebelumnya, The Three Lions juga kehilangan keunggulan saat menghadapi Kroasia pada semifinal Piala Dunia 2018, gagal mempertahankan skor pada final Euro 2020 atau Kejuaraan Eropa 2020 melawan Italia, serta tidak mampu memanfaatkan momentum saat menghadapi Spanyol pada final Euro 2024.
Dikutip dari ESPN, ketika ditanya apakah mentalitas sepak bola Inggris masih bisa diubah, Tuchel menegaskan perubahan memang harus dilakukan.
"Jika itu terjadi, maka mentalitas itu harus diubah," kata Tuchel.
Meski demikian, ia menilai persoalan utama bukan hanya soal mentalitas, melainkan cara Inggris memainkan sepak bola.
"Tapi saya tidak yakin, saya selalu mencoba berpikir dalam konteks sepak bola, dalam hal-hal yang berkaitan dengan sepak bola," ujarnya.
Tuchel mengungkapkan timnya kehilangan kendali permainan tidak lama setelah mencetak gol pembuka. Menurutnya, penguasaan bola, peluang, dan ritme permainan langsung berbalik memihak Argentina.
"Saya belum melihat datanya, tetapi saya pikir tepat setelah gol, momentum bergeser sepenuhnya dalam penguasaan bola, peluang, dan semuanya menurun drastis," katanya.
Menurut pelatih asal Jerman itu, anak asuhnya gagal keluar dari tekanan sehingga tidak mampu mengembalikan momentum pertandingan.
"Kami perlu kembali menguasai permainan, jika tidak, Anda tidak bisa mematahkan tekanan dan Anda tidak bisa mendapatkan kembali momentum," ucapnya.
Tuchel juga menilai kemampuan mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola masih menjadi pembeda antara Inggris dengan negara-negara elite seperti Spanyol, Argentina, dan Brasil.
Baca Juga :
Slavko Vincic Pimpin Final Argentina vs Spanyol, Wasit yang Pernah Terseret Penggerebekan"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran penting. Mungkin itu bukan bagian dari DNA kita seperti halnya DNA Spanyol, Argentina, atau Brasil untuk mengambil bola, mengontrol permainan dan bola, yang juga merupakan masalah besar," katanya.
Meski tersingkir, Tuchel tetap optimistis Inggris memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Ia percaya timnya masih mempunyai ruang besar untuk berkembang apabila mampu meningkatkan kualitas permainan secara menyeluruh.
"Ya, 100 persen. Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, dan saya sangat senang untuk melakukannya," ujar Tuchel.
"Saya masih yakin kita bisa menunjukkan betapa bagusnya kita sebagai pemain sepak bola. Saya rasa itu masih ada dalam diri kita, seperti yang saya lihat dalam latihan dan di setiap sesi latihan."
"Dan di Piala Dunia ini juga. Saya masih merasa ada level tambahan yang perlu kita taklukkan dan perlu kita tingkatkan ke level berikutnya untuk mendapatkan hadiah besar," tutupnya.
Perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 juga belum berakhir. The Three Lions masih akan menjalani pertandingan perebutan peringkat ketiga melawan Prancis. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7) dini hari WIB.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)