JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemampuan mengelola uang saku menjadi salah satu bekal penting bagi anak dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Kebiasaan ini membantu anak memahami nilai uang, menyusun prioritas pengeluaran, serta mengenali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sejak usia dini.
Peran orang tua sangat besar dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Pemberian uang saku bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menjadi sarana bagi anak untuk belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan pentingnya menabung.
Lalu, seperti apa cara mengajarkan anak mengelola uang saku agar tidak boros dan lebih bijak dalam menggunakan uang?
Baca Juga: Kuasa Hukum Don Ritto Ungkap Uang di Kafe de’Clan-Money Changer Buat Bangun Pelabuhan di Kaltim
Cara Ajarkan Anak Kelola Uang Saku
Mengutip laman Media Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, pendidikan keuangan bagi anak tidak harus dimulai dengan istilah yang rumit, seperti investasi, inflasi, atau instrumen keuangan lainnya. Pemahaman tersebut justru lebih mudah dibangun melalui pengalaman sehari-hari, salah satunya saat anak menerima dan mengelola uang saku.
Melalui kebiasaan sederhana, anak dapat belajar mengatur pengeluaran agar uang yang dimiliki cukup hingga waktu pemberian berikutnya. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua.
1. Tetapkan Aturan Uang Saku Sejak Awal
Aturan mengenai uang saku sebaiknya disepakati sejak awal agar anak memiliki gambaran yang jelas mengenai cara penggunaannya. Orang tua dapat menjelaskan besaran uang saku, waktu pemberian, serta tujuan utama dari uang tersebut.
Dengan aturan yang konsisten, anak akan lebih mudah memahami bahwa uang saku memiliki batas dan perlu dikelola dengan baik. Konsistensi dalam menerapkan aturan juga membantu membangun rasa tanggung jawab.
Apabila uang saku habis sebelum waktunya, anak dapat belajar menghadapi konsekuensi tanpa selalu memperoleh tambahan uang. Pengalaman seperti ini menjadi pelajaran berharga agar anak lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran pada kesempatan berikutnya.
2. Percayakan Anak Membuat Pilihan
Kepercayaan kepada anak dalam menentukan penggunaan uang saku merupakan bagian penting dari proses belajar. Orang tua tidak perlu mengatur setiap pengeluaran secara rinci, melainkan memberikan ruang bagi anak untuk mengambil keputusan sesuai kebutuhannya.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Uang saku
- Anak kelola uang saku
- Cara mengajarkan anak mengelola uang saku
- Uang






Komentar (0)