Meniti Perjalanan Menjemput Buah Hati

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendapatkan buah hati merupakan salah satu fase hidup yang dinanti oleh banyak pasangan di Indonesia. Meski demikian, perjalanan menuju kehamilan tidak selalu berjalan mulus bagi setiap orang karena masalah infertilitas atau gangguan kesuburan kini menjadi tantangan medis yang nyata.

Dalam proses ini, kesiapan fisik, mental, serta penanganan medis yang tepat dari para ahli memegang peranan kunci. Morula IVF Indonesia telah mendampingi para pejuang dua garis selama 28 tahun untuk membantu mewujudkan impian memiliki keturunan melalui teknologi reproduksi berbantuan.

Baca Juga
  • Hamil Usia 40 Tahun Kian Umum di AS, Bagaimana di Indonesia? Ini Kata Dokter
  • Wali Kota Hamil di Jepang Dikritik karena Ambil Cuti, Dinilai Dahulukan Keluarga
  • Dapat Chat Mesum di Medsos? Ini yang Perlu Dilakukan

Pengalaman para pasien menunjukkan bahwa rintangan medis, mulai dari faktor usia hingga gangguan sistem reproduksi, dapat diatasi dengan penanganan yang personal dan terarah. Sebagai yang dituturkan pasangan Dini dan Hakim yang akhirnya berhasil mendapatkan buah hati setelah menanti selama lima tahun.

Perjalanan mereka tidak mudah karena diwarnai riwayat keguguran berulang. Kehamilan ini menjadi semakin istimewa karena berhasil dicapai saat usia Dini menginjak 45 tahun, sebuah usia yang secara medis memerlukan perhatian ekstra karena risiko penurunan kualitas sel telur yang cukup tinggi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Tantangan yang lebih kompleks juga dialami oleh Reno Intan dan Hendrik selama sebelas tahun pernikahan mereka. Hendrik sempat divonis mengalami kondisi tidak adanya sperma pada cairan semen, sementara Intan didiagnosis memiliki miom serta polip pada dinding rahimnya. Pasangan ini bahkan telah menjalani program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) sebanyak enam kali, termasuk mencoba pengobatan di luar negeri yang belum membuahkan hasil. Melalui evaluasi medis yang mendalam di Morula IVF Indonesia, pasangan ini akhirnya mendapatkan kehamilan yang mereka dambakan.

Perempuan hamil hasil dari bayi tabung (ilustrasi).  - (Dok. Magnific)

 

Faktor usia di atas 40 tahun juga dialami oleh Sherly dan Judyarno. Sempat mencoba program bayi tabung di Singapura namun belum berhasil, mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ikhtiar di dalam negeri. Dengan penyesuaian stimulasi medis yang tepat untuk mengatasi penurunan kualitas sel telur akibat usia, Sherly berhasil hamil dan melahirkan dengan sehat di Morula IVF Indonesia.

Kisah penantian terlama datang dari Mina dan Yusuf asal Dusun Sumur, Desa Keramat, Sumenep, Madura. Selama 22 tahun pernikahan, impian memiliki anak seolah semakin sulit diraih, terutama setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar AMH (Anti-Mullerian Hormone) Mina hanya berada di angka 0,1. Kadar ini secara medis menunjukkan cadangan sel telur yang sangat minim. Namun, melalui program IVF pertama yang mereka jalani di Morula, mukjizat medis terjadi hingga Mina langsung mengandung dan melahirkan bayi kembar dengan selamat di usianya yang telah melewati 40 tahun.

Sebagai wujud syukur atas kepercayaan yang diberikan selama hampir tiga dekade ini, Morula IVF Indonesia akan menggelar acara edukasi dan apresiasi bertajuk "28 Years of Delivering Hope" pada 25–26 Juli 2026 di Pullman, Central Park, Jakarta. Acara yang dikemas secara interaktif dan informatif ini dirancang untuk memberikan edukasi langsung mengenai kesehatan reproduksi secara transparan dan objektif, tanpa pendekatan penjualan yang agresif.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Indonesia Tembus Final Kompetisi Pangan Global IFT FIRST 2026 di Chicago
• 3 jam lalu
0
thumb
Titah Menhan AS: Periksa Testosteron Prajurit Berusia 30 Tahun ke Atas
• 1 jam lalu
0
thumb
Pelabuhan Patimban Mulai Layani Peti Kemas Internasional
• 5 jam lalu
0
thumb
Pertengahan Juli, Harga Acuan Batu Bara Kalori Tinggi Tembus US$131,85/Ton
• 1 jam lalu
0
thumb
Vicky Prasetyo Ngaku Biayai Persalinan Istri Sirinya, Fangfang Sebut Melahirkan Pakai BPJS
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.