Mengapa Chandra Asri (TPIA), Grup Bakrie, hingga SUEZ Berebut Proyek PSEL di Indonesia?

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Persaingan memperebutkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Indonesia kian memanas. Gelombang minat investor global yang masuk pada tender tahap II menunjukkan bahwa bisnis waste-to-energy (WtE) kini dipandang sebagai salah satu pasar paling menjanjikan di Asia Tenggara.

Fenomena itu terlihat dari proses seleksi yang dilakukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Sebanyak 68 proposal masuk untuk memperebutkan delapan proyek PSEL yang akan dibangun di delapan kawasan aglomerasi, mencakup 20 kabupaten/kota.

Persaingan tersebut jauh lebih beragam dibandingkan tahap sebelumnya. Tidak hanya didominasi perusahaan asal Cina, tender kali ini juga diikuti perusahaan dari Prancis, Jepang, India hingga konsorsium dalam negeri.

CEO Denera Fadli Rahman mengatakan tingginya antusiasme itu mencerminkan meningkatnya daya tarik pasar PSEL Indonesia di mata investor internasional.

“Pemilihan mitra tahap dua lebih kompetitif di mana kami menerima 68 aplikasi untuk delapan lokasi. Pengajuan juga berasal dari berbagai negara, tidak hanya Tiongkok [Cina], tetapi juga ada dari perusahaan Indonesia, Prancis, Jepang dan juga perusahaan dari India,” kata Fadli kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Dari total 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), Denera akhirnya menetapkan delapan mitra pemenang yang masing-masing akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) atau surat penunjukan bersyarat. Status tersebut masih mengharuskan seluruh pemenang memenuhi berbagai persyaratan pengadaan sebelum resmi menjadi pengembang dan operator PSEL.

Nama Besar Muncul sebagai Pemenang

Sejumlah nama besar tercatat masuk dalam daftar mitra terpilih untuk pengembangan PSEL tahap kedua. Untuk kawasan Medan Raya, proyek diberikan kepada konsorsium SUEZ Insan Asia yang menaungi perusahaan Indonesia dan Prancis dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.700 ton sampah per hari.

Di Kabupaten Bekasi, proyek dimenangkan Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni), sedangkan Lampung Raya akan dikembangkan oleh Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas), konsorsium Indonesia-Cina.

Nama perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), juga masuk dalam daftar pemenang tender melalui entitas anak usahanya yakni PT Chandra Waste Energy. Chandra Waste Energy berkolaborasi dengan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia untuk mengembangkan PSEL Serang Raya berkapasitas 1.161 ton per hari.

Direktur Legal & Hubungan Eksternal TPIA Edi Riva'i menjelaskan bahwa perseroan akan mengikuti tahapan berikutnya yang telah diatur Danantara setelah mengantongi CLoA.

"Konsorsium akan mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan Danantara sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik," kata Edi kepada Bisnis, Selasa (15/7/2026).

Edi menjelaskan bahwa PT Chandra Waste Energy merupakan entitas usaha yang langsung berada di bawah PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA). CDIA merupakan anak usaha yang 60% sahamnya digenggam TPIA. Perusahaan ini merupakan pilar bisnis dalam segmen infrastruktur energi hijau.

Mengutip laporan tahunan TPIA 2025, PT Chandra Waste Energy sebelumnya bernama PT Chandra Global Maritim (CGM). Perusahaan ini berdiri pada 2025 dan mulanya bergerak di bidang angkutan laut. Adapun PT Chandra Waste Energy merupakan anak perusahaan tidak langsung TPIA dengan kepemilikan perseroan sebesar 100%.

Dalam laporan triwulan I/2026 yang tidak diaudit, jumlah aset sebelum eliminasi yang dimiliki PT Chandra Waste Energy tercatat sebesar US$12.000. Saat ini, perusahaan belum beroperasi secara komersil dan sedang dalam tahap pengembangan.

Sementara itu, proyek Semarang Raya dimenangkan Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. asal Prancis. Untuk Surabaya Raya, pemenangnya adalah Konsorsium Mentari Citra Lestari yang beranggotakan PT Bakrie Power, PT Acritas Karya Persada, serta SUS Indonesia Holding Limited.

Direktur Utama & CEO PT Bakrie Power, Ronald Nehemia Sinaga, mengatakan bahwa manajemen memandang proyek WtE sebagai salah satu peluang diversifikasi bisnis yang memiliki prospek menjanjikan dalam jangka panjang, didukung oleh tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular.

"Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan pemerintah, Danantara dan pemangku kepentingan dalam menyelesaikan tantangan pengelolaan sampah perkotaan dan transisi energi di Indonesia," ujar Ronald kepada Bisnis, Selasa (14/7/2026).

Pascaditetapkan sebagai pemenang tender, Ronald menjelaskan bahwa ke depan konsorsium Mentari Citra Lestari bersama Danantara akan melaksanakan sejumlah tahapan lanjutan terkait dengan aspek teknis, komersial, perizinan dan pembiayaan proyek.

"Mengenai jadwal pembangunan dan target operasi komersial, saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penyelarasan bersama para pemangku kepentingan terkait. Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah terdapat keputusan dan kepastian mengenai tahapan implementasi proyek," tandasnya.

PT Bakrie Power adalah anak usaha yang dimiliki tak langsung oleh PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) melalui PT Bakrie Metal Industries (BMI) dengan kepemilikan 99,99%. Perusahaan ini berdiri pada 1994 dan bergerak di sektor usaha pembangkit tenaga listrik.

Sementara itu untuk proyek PSEL Bogor Raya, pengembangan akan dilakukan oleh Konsorsium MPM-CEVIA Enviro Inc. (PT Mega Power CEVIA), sedangkan Yogyakarta Raya jatuh kepada Konsorsium Cakra Energi Lestari yang terdiri atas PT Pertamina Power Indonesia, Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd., dan CITICC International Investment Limited.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI AU Kerahkan Pesawat Boeing Cari 27 Penumpang Kapal Hilang di Selayar, Sulsel
• 18 menit lalu
0
thumb
Realisasi Anggaran Capai 99,38 Persen, BNPP Pertahankan Opini WTP BPK
• 19 jam lalu
0
thumb
Kebakaran di TPA Cipayung Depok Padam, Penyebab Masih Diselidiki
• 18 jam lalu
0
thumb
Prabowo Minta Putra Daerah hingga Pengusaha Lokal Jadi Prioritas di Proyek LNG Masela
• 18 jam lalu
0
thumb
Polda Papua Hentikan Penyidikan 5 Tersangka Ledakan Mortir di Biak, Seluruhnya Tewas
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.