Begini Kondisi 6 Prajurit Korban Terluka Ledakan Gudang Amunisi Madiun

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Seorang prajurit TNI Angkatan Darat meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan di gudang amunisi Gubusmu 2, Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis. TNI Angkatan Darat (AD) juga sudah membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh untuk mengetahui kronologi serta apa penyebab pasti ledakan. 

Selain itu, TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit dalam kejadian ini. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan ledakan terjadi pada saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu gudang penyimpanan.

Sementara itu, di area terjadinya peristiwa ledakan di Jalan Raya Saradan tampak lengang. Titik lokasi ledakan diperkirakan berada di jarak 5 kilometer memasuki kawasan Hutan Jati. Area ini merupakan area militer yang dilarang keras bagi pihak sipil untuk masuk ke wilayah tanpa izin.

 

Baca Juga :

TNI AD Usut Penyebab Ledakan Gudang Amunisi di Madiun



Kondisi Korban dan Pemakaman

Berdasarkan laporan terkini dari RSUD Caruban, tercatat ada enam korban luka. Empat di antaranya menderita luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap. Sementara itu, dua personel lainnya yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang dan hanya diwajibkan menjalani rawat jalan.

Satu prajurit yang dinyatakan gugur dalam tugas diketahui bernama Henki Notokusumo, warga Dusun Jomblang, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari. Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman setempat pada Kamis, 16 Juli 2026 malam sekitar pukul 20.30 WIB dengan suasana haru.

Situasi di RSUD Caruban yang sebelumnya dijaga ketat oleh personel TNI pasca-insiden, kini terpantau mulai melandai sejak Jumat, 7 Juli 2026 pagi. Penjagaan ketat terutama sempat terlihat di area instalasi Gawat Darurat (IGD) saat proses evakuasi korban berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026 siang.

Lokasi gudang amunisi yang meledak sendiri berada cukup jauh dari pemukiman warga, yakni sekitar 5 kilometer masuk ke dalam kawasan Hutan Jati Saradan. Area tersebut merupakan zona militer terlarang yang tertutup bagi masyarakat sipil tanpa izin khusus. Pihak TNI AD berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan penuh bagi seluruh korban luka selama masa pemulihan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal SEA V Cup 2026, Jumat 17 Juli: Peluang Emas Timnas Voli Indonesia Akhiri Fase Grup dengan Catatan Sempurna
• 9 jam lalu
0
thumb
AS, Jepang, dan Korea Selatan Tegaskan Kerja Sama Hadapi Ancaman Korea Utara
• 17 jam lalu
0
thumb
Maia Estianty Soroti Perjuangan Para Perempuan Pencari Nafkah, Sampaikan Pesan Menyentuh Ini
• 16 jam lalu
0
thumb
Spesies Baru Monyet Berbibir Oranye Ditemukan di Kongo
• 2 jam lalu
0
thumb
Wapres Gibran Dijadwalkan Kunjungan Kerja ke Riau
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.