TANGERANG, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, memperingatkan bahwa asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah secara terbuka dapat melipatgandakan risiko gangguan kesehatan serius.
Dampak buruk dari aktivitas ini sangat rentan mengancam kelompok sensitif, mulai dari anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, hingga masyarakat yang telah memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa asap hasil pembakaran limbah domestik tersebut mengandung berbagai zat pencemar berbahaya, termasuk partikulat halus yang dikenal sebagai PM2.5.
Partikel mikro ini memiliki kemampuan menembus sistem pertahanan dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan manusia.
"Pembakaran sampah juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas udara yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat," kata Dini dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Kasus Diabetes di Banten Didominasi Usia Produktif, Dinkes: Dipengaruhi Kurangnya Aktivitas Fisik
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Dini mengimbau warga untuk senantiasa mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat diajak untuk mulai beralih ke metode pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, salah satunya dengan menyalurkan sampah ke bank sampah setempat.
"Jangan anggap sepele asap dari hasil pembakaran sampah, karena mengandung zat berbahaya bagi pernapasan, apalagi untuk anak-anak dan lansia," ujarnya.
Langkah preventif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Tangerang yang telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2025 terkait pengendalian pencemaran udara.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- Kota Tangerang
- Pembakaran Sampah
- Dinas Kesehatan
- Dinas Lingkungan Hidup
- Pencemaran Udara
- Sanksi Hukum






Komentar (0)