Bitcoin Melemah ke USD64.216, Tertekan Sinyal Hawkish Fed dan Konflik AS-Iran

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah sempat menembus level USD65 ribu pada awal pekan. Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor menyusul koreksi saham teknologi, memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed).
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 17 Juli 2026, bitcoin diperdagangkan di USD64.216,3, turun 0,9 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sentimen negatif juga menekan pasar aset berisiko secara lebih luas, termasuk mata uang kripto.
 
Pelaku pasar terus mencermati sejumlah indikator ekonomi AS untuk mengukur arah kebijakan suku bunga The Fed. Data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) Juni yang dirilis pada awal pekan menunjukkan tekanan harga lebih rendah dari perkiraan.
 
Sementara itu, Biro Sensus AS melaporkan penjualan ritel pada Juni naik 0,2 persen secara bulanan menjadi USD768,6 miliar, sesuai ekspektasi pasar. Penjualan ritel di SPBU justru turun 5,3 persen menjadi USD60,6 miliar, dipengaruhi penurunan harga energi.
 
Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 208 ribu, lebih rendah dibandingkan estimasi pasar sebesar 216 ribu, yang mencerminkan pasar tenaga kerja masih relatif kuat.
 
Sebelum muncul komentar terbaru dari pejabat The Fed, kombinasi data tersebut sempat meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
 

Baca Juga :

Bitcoin Naik di Atas USD64 Ribu, Kebijakan Kripto AS Jadi Fokus
  Pernyataan pejabat Fed tekan pergerakan kripto  
Sentimen pasar berubah setelah Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan yang menyampaikan pandangan yang lebih hawkish mengenai arah kebijakan moneter.
 
"Saat ini saya percaya suku bunga yang sedikit lebih tinggi akan lebih menyeimbangkan prospek dan risiko bagi tujuan mandat ganda Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC)," kata Logan.
 
Logan juga menilai inflasi memang menunjukkan perbaikan, tetapi proses menuju target bank sentral masih penuh tantangan. "Data CPI bulan Juni menunjukkan kemungkinan inflasi kembali menuju target. Namun, jalur tersebut masih rapuh dan saat ini lebih merupakan harapan daripada kemungkinan," ujar Logan, Kamis, 17 Juli 2026.
 
Prospek suku bunga yang tetap tinggi umumnya mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
 
Selain faktor moneter, pasar juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut. Konflik yang kembali memanas tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak Brent lebih dari 11 persen sepanjang pekan.
 
Kenaikan harga energi berpotensi memicu tekanan inflasi sehingga meningkatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.


(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
  Harga terbaru aset kripto  
Tekanan di pasar kripto tidak hanya terjadi pada bitcoin. Sejumlah altcoin utama juga ditutup melemah mengikuti pergerakan aset kripto terbesar tersebut.
 
  • Ethereum turun 2,2 persen menjadi USD1.879,50.
  • XRP melemah 1,5 persen.
  • Cardano terkoreksi 0,7 persen.
  • BNB turun 0,8 persen.
  • Solana jeblok hingga 1,8 persen.
  • Dogecoin turun 1,2 persen.
  • Token TRUMP melemah 0,8 persen.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Habco (HATM) Mau Private Placement 800 Juta Saham, Siapa Bakal Serap?
• 23 jam lalu
0
thumb
Dibantu China, Hong Kong Kalahkan Singapura di RI!
• 18 jam lalu
0
thumb
Honda Super-ONE Debut di GIIAS 2026, Usung Konsep Mobil Listrik Fun to Drive
• 11 jam lalu
0
thumb
Daftar 16 Pemain yang Ikut Latihan Perdana PSM Makassar, Dipimpin Darije Kalezic
• 1 jam lalu
0
thumb
Foto: Kemarau Panjang Ancam Jawa Barat
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.